Rakor Forum KIM DIY Kuatkan Jejaring demi Kemajuan Informasi Masyarakat

  • Aug 27, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Komunitas

Sleman – Puluhan perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-DIY menggelar rapat koordinasi di Bale Agoeng, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (27/8/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting guna memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas digital, sekaligus menjaga peran KIM sebagai garda terdepan informasi masyarakat.

KIM selama ini dikenal sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Melalui fungsinya, informasi kebijakan, program pembangunan, maupun isu strategis dapat disampaikan secara cepat dan mudah dipahami.

Namun, seiring perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Karena itu, diperlukan wadah sebagai ruang refleksi dan diskusi agar pegiat informasi semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutan pembukanya, Johan Firdaus mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo menyinggung pentingnya penguatan kapasitas digital anggota KIM. Menurutnya, transformasi digital menuntut setiap komunitas mampu memanfaatkan platform media sosial, website, maupun aplikasi komunikasi modern.

Johan menekankan pentingnya kolaborasi antar-KIM lintas kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi tidak hanya dalam bentuk pertukaran informasi, melainkan program bersama guna mendorong kemandirian masyarakat.

“Misalnya, pengembangan konten kreatif berbasis potensi lokal, penyuluhan literasi digital, hingga advokasi terhadap isu-isu yang berkaitan dengan layanan publik,” kata Johan.

Sementara itu, Pranata Humas Muda Dinas Kominfo DIY, Wiwik Lestariningrum menyoroti mengenai lomba konten media sosial dengan tema besar “Istimewa Jogjaku, Istimewa Kontenku” dari tanggal 26 Agustus hingga 15 September 2025 yang dapat diikuti oleh pelajar SMA/SMK, Komunitas Informasi Masyarakat, serta masyarakat umum memiliki KTP dan berdomisili di DIY.

“Silakan ikuti lomba konten tersebut sesuai dengan kategori dan sub tema masing-masing. Jadikan sosial media bukan sekadar tempat eksis, tetapi ruang untuk menginspirasi,” terangnya.

Sementara Ketua Forum KIM DIY, H. Suripto membahas pembentukan kepengurusan Forum KIM Daerah Istimewa Yogyakarta masa bakti 2025 – 2030 sebagai agenda penting yang perlu dipersiapkan secara matang. Karena merupakan wadah strategis bagi KIM kabupaten/kota di DIY untuk bersinergi, menyamakan visi, serta menguatkan perannya sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Persiapan pembentukan kepengurusan tidak hanya soal memilih figur ketua atau pengurus inti, namun juga merancang struktur yang mampu mewakili keberagaman potensi daerah. Perwakilan dari berbagai KIM kabupaten/kota harus mendapat ruang yang proporsional, sehingga forum ini benar-benar menjadi wadah bersama.

“Diharapkan, setiap KIM dapat berkontribusi aktif dalam perumusan program dan kegiatan demi terbentuknya kepengurusan yang solid di masa yang akan datang,” ucap H. Suripto.

Selain itu, kepengurusan baru harus dipersiapkan dengan visi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Literasi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan media sosial dan platform digital menjadi tantangan utama lima tahun ke depan.

“Persiapan yang matang akan memastikan Forum KIM DIY tidak hanya reaktif terhadap perubahan, tetapi juga proaktif dalam menciptakan inovasi,” tandasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)