Rakorpim Gamping Rumuskan Strategi Pengamanan Nataru 2025–2026

  • Dec 11, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Berita Pemerintahan

Sleman – Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping kembali digelar sebagai forum strategis dalam memastikan kesiapsiagaan wilayah menjelang perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pertemuan yang berlangsung di RM. Mangoen Soemarto, Gamping, Sleman, Kamis (11/12/2025) ini dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah, Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani, Lurah, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah tingkat Kapanewon Gamping, serta kelompok informasi masyarakat.

Forum yang dibuka secara resmi oleh Panewu Gamping, Suyanto tersebut dipandang krusial untuk menyelaraskan langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan saat periode libur panjang. Ia menegaskan bahwa peningkatan mobilitas warga pada momen Nataru selalu berimplikasi pada meningkatnya risiko di berbagai sektor. Karena itu, Rakorpim menjadi ruang penting untuk mengonsolidasikan data, memetakan titik rawan, serta membangun komunikasi terpadu lintas sektoral.

“Keberhasilan pengamanan Nataru tidak dapat hanya ditopang oleh satu institusi, namun membutuhkan sinergi menyeluruh,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, AKP Bowo Susilo selakau Kepala Kepolisian Sektor Gamping Bersama Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani menyampaikan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kemacetan arus lalu lintas, kerumunan tempat ibadah, aktivitas pusat perbelanjaan, hingga ancaman kriminalitas konvensional. Mereka menekankan pentingnya pos pengamanan terpadu dan patroli gabungan guna memastikan keamanan warga, khususnya di kawasan yang memiliki intensitas kunjungan tinggi.

Pemerintah Kapanewon Gamping juga menggarisbawahi perlunya penguatan komunikasi publik agar masyarakat memahami prosedur pengamanan, rute alternatif ketika terjadi kepadatan, serta imbauan menjaga ketertiban umum. Informasi yang tersampaikan secara terstruktur diharapkan mampu menekan risiko gangguan sekaligus memberi rasa aman bagi warga lokal maupun pendatang.

Di sisi lain, pengamanan Nataru tidak hanya mencakup aspek keamanan, namun juga kesehatan dan mitigasi bencana. Seperti yang dijelaskan Edy Margono mewakili Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta yang berlokasi di Jitengan, Gamping, Sleman bahwa perlunya kesiapan personel apabila terjadi cuaca ekstrem, banjir lokal, tanah longsor ataupun insiden lainnya. Pengawasan terhadap titik rawan bencana dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat intensitas hujan yang cenderung meningkat pada akhir tahun 2025.

Dalam konteks pengamanan Nataru, pihaknya siap mendukung melalui penyediaan data dan layanan informasi berbasis sains secara real time. Sekaligus berharap aparat kewilayahan, relawan, serta masyarakat dapat memanfaatkan kanal-kanal informasi BMKG, baik aplikasi, media sosial resmi, maupun layanan cepat tanggap untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat direspons secara tepat.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan kesiapan yang matang, pemerintah Kapanewon Gamping berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gamping berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” tutup Suyanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)