Sabet Medali Perak Kejurda DIY, Atlet Tarung Derajat Muda Asal Gamping Sleman Buka Jalan Prestasi Menuju SMA Favorit

  • Jun 08, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Olahraga

Sleman — Investasi jangka panjang pada pembinaan atlet usia dini di tingkat daerah terus membuahkan hasil nyata bagi ekosistem olahraga bela diri nasional. Menunjukkan determinasi dan kualitas teknik yang matang di atas matras, Bimasakti Manusakerti, seorang petarung muda dari Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Demak Ijo, Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, sukses mengamankan medali perak dalam ajang bergengsi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Antar Satlat Tarung Derajat se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelajar yang saat ini duduk di bangku kelas IX SMP tersebut menorehkan draf prestasi gemilang setelah tampil kompetitif pada nomor tarung bebas kelas SMP putra 62,1–66 kilogram. Keberhasilan menembus babak final kejuaraan daerah ini diraih melalui perjuangan menyisihkan barisan petarung tangguh perwakilan kabupaten dan kota se-DIY, sekaligus mempertegas peta kekuatan pembinaan atlet muda Kabupaten Sleman di tingkat provinsi.

Di luar aktivitasnya sebagai atlet yang menguras fisik, Bimasakti dikenal sebagai figur pelajar aktif yang memegang tanggung jawab kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Penggalang Pramuka serta pengurus Majelis Perwakilan Kelas di sekolahnya. Manajemen waktu yang ketat dan kedisiplinan tinggi menjadi modal utama bagi dirinya untuk tetap menjaga keseimbangan sirkular antara capaian nilai akademik sekolah dengan porsi latihan intensif di satlat.

“Sebagai salah satu talenta muda potensial, Bimasakti memperlihatkan grafik perkembangan teknik dan fisik yang sangat signifikan selama mengikuti program pemusatan latihan di Satlat Demak Ijo Banyuraden. Kemampuan adaptasi taktiknya di lapangan berkembang cepat, didukung oleh stabilitas mental bertanding yang kokoh saat menghadapi tekanan mental di area kejuaraan resmi,” ujar pelatih Satlat Tarung Derajat Demak Ijo, Feriyadi, saat memberikan konfirmasi di tempat latihan pada Senin (8/6/2026).

Kolaborasi taktis duet pelatih Feriyadi dan Muhammad Ruslan berhasil membentuk karakter bertanding Bimasakti yang pantang menyerah serta patuh dalam mengeksekusi draf instruksi strategi dari sudut lapangan (corner). Konsistensi performa ini membuktikan bahwa mekanisme kaderisasi petarung usia sekolah yang dijalankan oleh Satlat Demak Ijo berjalan pada draf regulasi yang tepat demi menyuplai kebutuhan atlet daerah untuk jenjang nasional.

Raihan medali perak ini tidak sekadar bermakna sebagai simbol draf supremasi olahraga, melainkan bertransformasi menjadi portofolio investasi yang sangat berharga bagi masa depan draf pendidikan sang atlet. Piagam penghargaan resmi yang diterbitkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY dan disahkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY tersebut memiliki draf nilai konversi yang tinggi dalam sistem birokrasi pendidikan.

Dalam skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri tahun ajaran 2026/2027, sertifikat kejuaraan daerah jalur prestasi ini diposisikan sebagai draf poin tambahan yang sangat krusial. Keunggulan nonakademik ini membuka peluang besar bagi Bimasakti untuk menembus barisan sekolah menengah atas favorit di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pemanfaatan piagam prestasi olahraga.

“Selain berfungsi sebagai dokumen pendukung bernilai tinggi dalam draf pendaftaran PPDB SMA Negeri jalur prestasi, piagam kejurda ini mencerminkan integritas karakter positif yang melekat kuat pada diri seorang atlet. Nilai-nilai draf kedisiplinan, ketekunan, sportivitas tinggi, serta ketahanan mental dalam menghadapi tekanan kompetisi makro merupakan modal sosial yang dibentuk melalui proses latihan panjang di dalam kandang petarung, bukan instan,” kata pelatih pendamping, Muhammad Ruslan, memperjelas nilai tambah sertifikat tersebut.

Capaian prestisius petarung muda asal Kapanewon Gamping ini diharapkan mampu memicu efek domino positif dan menjadi draf inspirasi bagi generasi muda lainnya di Sleman untuk menekuni cabang olahraga secara terstruktur dan berkelanjutan. Sinergi yang solid antara dukungan keluarga, bimbingan sekolah, serta kualitas kepelatihan di tingkat satlat diyakini akan melahirkan lebih banyak pemuda tangguh yang tidak hanya berprestasi di atas matras kejuaraan, namun juga memiliki karakter tanggung jawab di ruang sosial kemasyarakatan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)