Safari Tarawih MWCNU Gamping Perkuat Ukhuwah di Masjid Al-Bilal Banyuraden

  • Mar 02, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman — Safari tarawih keliling yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama melalui Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Bilal, Banyuraden, Gamping, Sleman, pada Senin (2/3/2026) malam.

Kegiatan safari tarawih yang dipimpin oleh KH. Ahmad Mabarun selaku Rois Syuriah menjadi salah satu program rutin MWCNU Gamping selama bulan Ramadan 1447 H yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara pengurus dengan jama’ah di tingkat ranting. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media konsolidasi organisasi agar tetap solid dan responsif terhadap dinamika umat.

Rangkaian acara diawali dengan salat Isya dan tarawih berjama’ah yang dipandu oleh Kyai Ahmad Shofi diikuti oleh warga sekitar serta jajaran pengurus MWCNU Gamping dan badan otonomnya. Suasana khusyuk dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, Silahudin Djamil menjelaskan bahwa kegiatan safari tarawih keliling merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kedekatan dengan warga Nahdliyin di tingkat akar rumput. 

“Kehadiran pengurus beserta badan otonomnya di tengah jama’ah bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam melayani umat,” jelasnya.

Silahudin menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman. Nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah yang menjadi dasar perjuangan Nahdlatul Ulama harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menyampaikan program kotak infaq sebagai gerakan kemandirian umat yang dikelola secara gotong royong oleh warga Nahdlatul Ulama. Melalui Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh MWCNU Gamping, pengurus melakukan penghimpunan dana secara rutin dari masyarakat melalui kaleng kotakinfaq yang disebar di rumah-rumah warga, kemudian dikelola secara transparan dan akuntabel.

“Kotak Infaq Nahdlatul Ulama tidak hanya berfungsi sebagai sumber dana sosial, melainkan sebagai sarana membangun kepedulian kolektif. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemaslahatan, seperti santunan anak yatim, bantuan dhuafa, kegiatan keagamaan, hingga respons operasional ambulans gratis bagi masyarakat,” beber Silahudin.

Program ambulans gratis menjadi salah satu bentuk pelayanan nyata kepada warga. Layanan ini disediakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi kesehatan, baik untuk keperluan rujukan ke rumah sakit maupun penanganan kondisi darurat.

Ambulans gratis dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Karenanya, Silahudin mengajak seluruh jama’ah untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program tersebut melalui kontribusi kotak infaq. “Dengan keterlibatan bersama, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)