Sanggar Banyu Bening Sleman Gelar Uji Kompetensi Siswa Lewat Pentas Tari
- Jan 18, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Seni Budaya
Uji kompetensi seni tari menjadi momentum penting bagi proses pembelajaran dan pengembangan potensi peserta didik di Sanggar Tari Banyu Bening Sleman. Melalui pementasan bertema “Harmoni Karya Persembahan Cinta” para siswa menampilkan hasil pembelajaran mereka dalam sebuah pertunjukan yang digelar di RM Shiva Sardonoharjo, Sleman, Minggu (18/1/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan teknik, penghayatan, serta pemahaman artistik siswa dalam seni tari. Pementasan menjadi bentuk ujian praktik yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan emosional para penari untuk menampilkan karya terbaik di hadapan publik.
Pementasan dihadiri oleh Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho didampingi Ketua Sanggar Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih, Plt Dukuh Tempursari, Sardiyono serta perwakilan Ketua RW 27 Tempursari. Dalam sambutannya, Harjuno Wiwoho memberikan dukungan atas upaya Sanggar Banyu Bening lewat kelas menari yang dipadukan dengan Bahasa Jawa khususnya unggah-ungguh.
Sementara itu, Sri Wahyuningsih menekankan bahwa kriteria penilaian di Sanggar Banyu Bening yaitu Attitude (akhlak dan adab), Kedisiplinan dan Kepenarian yang mencakup aspek Wiraga, Wirama dan Wirasa.
Menurutnya, tema “Harmoni Karya Persembahan Cinta” dipilih untuk merefleksikan nilai kebersamaan, ketulusan, dan keseimbangan antara gerak, rasa, dan makna. “Melalui tema tersebut, para siswa sanggar diajak memahami bahwa seni tari tidak hanya soal teknik, tetapi juga media ekspresi cinta terhadap budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial,” jelas Wahyuningsih.
Dewan Juri dalam uji kompetensi merupakan seniman tari yang terdiri dari Dina Dwi Utami (Ketua) yang membidangi kostum penari, Nurul Wahidah Apriyanti (Anggota) owner Sanggar Anuraga and The Daiva Art, serta Rosalia Haryati (Anggota) pelatih tari pertama di Sanggar Banyu Bening yang saat ini mengampu kelas Basa Jawa.
Pementasan tari yang dipandu oleh Master of Ceremony, Ludtina Pangestu dan Farid Nur Ramadani menampilkan gerak dan lagu Siji Loro Telu karya Ludtina Pangestu Eka Nur Utami, tari Gugur Gunung diambil dari lagu ciptaan Ki Tjokro Warsito dan dikreasikan oleh Puputdhe, tari Suka Parisuka karya Yulita Eka Winajeng, tari Mari Kangen karya Sanggar Tari Kembang Sore, tari Beksan Luhur Budaya karya Ludtina Pangestu Eka Nur Utami, tari Mutiara Nusantara karya Kolaborasi Ludtina Pangestu Eka Nur Utami dan Farid Nur Ramadani, tari Kridha Wara Taruni karya Dikyr Rahmaditya Bagaskara, serta tari Inspirasi Diri karya Diky Rahmaditya Bagaskara.
Pelaksanaan uji kompetensi melalui pementasan dinilai efektif karena mampu mengintegrasikan aspek teknis, estetis, dan etika pertunjukan. Siswa tidak hanya diuji pada ketepatan gerak, namun juga sikap panggung, kerja sama tim, serta kemampuan menyampaikan pesan melalui tari.
Usai bersidang, dewan juri memutuskan lima penari terbaik antara lain Shaqueeba Shanum Almahyra (Kelas Abimanyu 1), Afifa Nahda Ramanda (Kelas Abimanyu 2), Nayla Anggun Putri Purwantara (Kelas Utari), Cinta Novela Rohana Tsania Putri (Kelas Baladewa) serta Nuha Jihan Althafania (Kelas Srikandi).
Melalui Uji Kompetensi bertema “Harmoni Karya Persembahan Cinta”, Sanggar Banyu Bening berharap dapat terus melahirkan penari-penari muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran budaya dan kecintaan yang mendalam terhadap seni sebagai bagian dari kehidupan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)