Saparan Bekakak, Daya Tarik Wisata Gamping
- Nov 03, 2017
- Adnan Nurtjahjo
- Seni Budaya
Gamping – Jumat (3/11) pukul 15.00 WIB bertempat di Lapangan Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping digelar Upacara Adat Saparan Bekakak Gamping.
Prosesi diawali dengan laporan Wiro Manggolo Tri Ongko kepada Wiro Pangarso Ki Demang (Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto) bahwa upacara sesaji bekakak telah siap diberangkatkan. Dilanjutkan pemecahan kendhi tirto dono jati dan pelepasan sepasang burung merpati putih oleh Camat Gamping, Abu Bakar, yang sekaligus melepas peserta kirab menuju petilasan Gunung Gamping tempat penyembelihan bekakak.
Dalam kesempatan ini, hadir Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil 17/Gamping Kapten Chb. Suwardi, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, H.Y. Aji Wulantara, Sekretaris Camat Gamping, Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, serta ribuan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan.
Pengaturan lalu lintas peserta kirab dilakukan jajaran Polsek Gamping dibantu Ormas TRC, Argoseto, dan Linmas.
Rute yang ditempuh yaitu dari Lapangan Ambarketawang – Jalan Wates Ringroad Selatan – Jalan Tegalwangi – berakhir di Petilasan Gunung Gamping Tlogo. Pukul 16.30 WIB, penyembelihan bekakak I dilakukan oleh Dukuh Gamping Kidul, Bambang Cahyono di Gamping Kidul. Sedangkan penyembelihan bekakak II, dilakukan Camat Gamping dan Sekretaris Camat Gamping pukul 17.00 WIB di Petilasan Gunung Gamping Tlogo.
Ritual Adat Saparan Bekakak hingga sekarang masih rutin berlangsung. Bagi masyarakat setempat, ritual ini dulu sebagai hipnoterapi atas musibah runtuhnya Gunung Gamping. Saat ini telah terintegrasi pada mitos sejarah dan legenda lokal yang tetap dijaga secara konsisten oleh masyarakat setempat lebih dari sebuah ritual budaya, namun sebagai komoditi daya tarik wisata lokal maupun mancanegara (Adnan Nurtjahjo)