Sarasehan Komunitas Relawan Banyuraden Perkuat Soliditas Dengan Aparat TNI/Polri

  • Feb 15, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Komunitas

Sleman - Sarasehan antar komunitas relawan Banyuraden yang diinisiasi Komunitas Geplakan Siap Siaga (GSS) menjadi momentum strategis dalam memperkuat soliditas dan koordinasi lintas elemen masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat komunitas GSS Banyuraden, Gamping, Sleman, Minggu (15/2/2026) malam tersebut dihadiri sejumlah perwakilan komunitas relawan dari Kekandhangan Banyuraden, Tim Reaksi Cepat Gamping, Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana), Jaga Warga, serta aparat keamanan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Ketua Komunitas GSS, Bakoh Waluyo dalam sambutannya menegaskan bahwa sarasehan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sistem respons cepat di tingkat kalurahan. 

“Dinamika sosial dan potensi kerawanan di wilayah Banyuraden menuntut kesiapsiagaan kolektif yang terorganisir dengan baik,” ujarnya.

Bakoh Waluyo menjelaskan, sebagai kawasan penyangga perkotaan yang berada di wilayah Sleman dan berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta, Banyuraden memiliki mobilitas penduduk yang tinggi. Kondisi tersebut memerlukan jejaring relawan yang tidak hanya responsif terhadap kebencanaan, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.

Sarasehan tersebut juga melibatkan unsur aparat keamanan, yakni Serda Heri Prabowo selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Rayon Militer 17/Gamping dan Aipda Suyanto selaku Bhabinkamtibmas dari Kepolisian Sektor Gamping. Kehadiran keduanya dinilai penting dalam memperkuat sinergi antara relawan dan aparat, terutama dalam aspek deteksi dini serta pencegahan potensi gangguan kamtibmas.

Babinsa Banyuraden, Serda Heri Prabowo dalam kesempatan itu menekankan pentingnya komunikasi yang terstruktur antara komunitas dan aparat kewilayahan. Ia menyebut, relawan merupakan mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, khususnya dalam situasi darurat maupun kegiatan masyarakat berskala besar.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aipda Suyanto mengingatkan bahwa kewaspadaan dini menjadi kunci dalam mencegah konflik sosial, penyalahgunaan narkoba, hingga potensi radikalisme di tingkat akar rumput. Ia mengapresiasi inisiatif Komunitas GSS yang dinilai mampu membangun ruang dialog terbuka dan partisipatif antar komunitas relawan.

Dalam forum diskusi, sejumlah perwakilan relawan menyampaikan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) bersama, termasuk mekanisme koordinasi saat terjadi bencana, kecelakaan lalu lintas, maupun kejadian sosial lainnya. Selain itu, disepakati perlunya pembaruan data relawan serta pemetaan potensi wilayah sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sarasehan juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat pelatihan bersama, seperti simulasi penanganan kegawatdaruratan dan peningkatan kapasitas komunikasi publik. “Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur,” tandas Bakoh Waluyo.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Geplakan Siap Siaga Banyuraden menegaskan perannya sebagai simpul koordinasi antar komunitas relawan. Sarasehan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berdaya di wilayah Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)