Selaraskan Visi Misi Kelola Masjid Nurul Hadi, MWCNU Gamping Beri Pembinaan Ketakmiran

  • Aug 28, 2024
  • Aryo Tejo
  • Pendidikan, Keagamaan

leman – Dalam rangka menyelaraskan visi dan misi dalam mengelola masjid serta meningkatkan kapasitas pengurus masjid mengenai manajemen masjid, administrasi, dan pengelolaan keuangan maka Lembaga Takmir Masjid Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping melakukan kegiatan Lailatul Ijtima’ berkaitan dengan pembinaan ketakmiran dan keaswajaan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Hadi, Dusun Biru, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kamis malam (29/8/2024).

Kegiatan dihadiri oleh KH. Ahmad Mabarrun selaku Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kapanewon Gamping didampingi Ketua Tanfidziyah MWC-NU Kapanewon Gamping, Silahudin Djamil dengan menghadirkan Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, KH. Muhammad Labib.

Dalam paparan materinya, KH. Muhammad Labib menuturkan salah satu tujuan utama para Kyai mendirikan Nahdlatul Ulama yaitu untuk menjaga dan melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) demi mempertahankan pemahaman Islam yang moderat dan toleran di tengah berbagai aliran yang ada, serta sebagai benteng untuk mempertahankan ajaran-ajaran yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.

Ia menyebutkan salah satu keunggulan ajaran Aswaja adalah kemampuannya untuk menghargai dan mengakomodasi tradisi dan budaya lokal selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini memungkinkan bagi umat Islam untuk tetap berpegang teguh pada identitas budayanya sambil menjalankan ajaran agama dengan benar.

“Ajaran Aswaja mengajarkan umat Islam hidup damai berdampingan dengan pemeluk agama lain. Prinsip toleransi dan saling menghormati yang ada didalamnya mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama demi menjaga stabilitas sosial di masyarakat yang majemuk,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah ini menegaskan keberhasilan dalam mengelola organisasi Nahdlatul Ulama membutuhkan kemampuan berorganisasi yang baik dan kemampuan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik di internal organisasi maupun dengan pihak luar. Menurutnya, pengurus yang mampu mengkoordinasikan berbagai kegiatan dengan efektif, serta membangun jaringan kerjasama yang luas maka akan lebih berhasil dalam menjalankan program-program kerjanya demi mencapai tujuan organisasi.

Berkaitan dengan bidang ketakmiran, KH. Ahmad Mabarrun menggarisbawahi kesuksesan takmir masjid ditentukan oleh kemampuan bekerjasama dan menjaga kekompakan diantara pengurus karena dengan kerjasama yang solid maka tantangan yang muncul dapat diatasi secara lebih mudah, dan pelayanan kepada jamaah menjadi lebih optimal.

“Pengelolaan yang profesional memastikan bahwa masjid dapat melayani jamaah secara optimal dan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang dinamis, serta menjadi wadah untuk menggerakkan program-program ekonomi, pendidikan, dan sosial yang memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)