Siap Ikuti Lomba Video Pendek, KIM Pararta Guna Bikin Skenario

  • Oct 31, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • KIM

Sleman - Sejumlah anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna tampak serius berdiskusi di Sekretariat Kekandhangan Banyuraden, Sleman, Jumat (31/10/2025). Mereka bukan sedang membahas berita atau data statistik, melainkan menyiapkan skenario untuk iklan layanan masyarakat (ILM) yang akan segera diproduksi. 

Menurut Ketua KIM Pararta Guna Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, langkah awal ini, meski tampak sederhana, sejatinya menjadi fondasi penting dalam produksi sebuah iklan layanan masyarakat. Tanpa skenario yang matang, pesan yang ingin disampaikan bisa kabur, bahkan kehilangan makna sosialnya. 

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa skenario bukan sekadar urutan adegan, melainkan peta arah dari gagasan besar menuju pesan yang menggerakkan masyarakat.

“Skenario yang baik bukan hanya menghibur, namun juga mampu menggugah kesadaran kolektif warga untuk bertindak lebih peduli terhadap lingkungannya,” terang Adnan.

Anggota KIM Pararta Guna berdiskusi mengenai pesan utama, karakter, lokasi, dan alur cerita. Mereka mencoba memastikan bahwa setiap elemen visual dan dialog dapat menyentuh sisi emosional penonton, namun tetap informatif dan mengedukasi. 

Sementara itu, Aryo Tejo selaku Koordinator Bidang Media KIM Pararta Guna mengatakan, pembuatan skenario dapat dijadikan sarana belajar bersama bagi anggota KIM yang berasal dari latar belakang beragam. Ada yang memahami teknik komunikasi, ada pula yang mahir dalam pengambilan gambar. 

“Kolaborasi lintas kemampuan inilah yang membuat proses kreatif menjadi dinamis, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di antara mereka,” sambung Tejo.

Pentingnya penyusunan skenario juga berkaitan dengan efisiensi waktu dan biaya produksi. Dengan naskah yang jelas, kru dapat bekerja lebih terarah saat syuting, menghindari pengambilan gambar yang berulang, serta meminimalkan kesalahan teknis. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas tetap memerlukan perencanaan yang sistematis agar hasil akhirnya sesuai dengan tujuan kampanye sosial.

Di tengah derasnya arus informasi digital, iklan layanan masyarakat perlu tampil relevan dan inspiratif. Skenario berperan besar dalam mengikat pesan-pesan sosial agar tidak tenggelam di antara konten hiburan semata. Karena itu, KIM Pararta Guna berkomitmen menjadikan setiap ILM yang mereka hasilkan sebagai ruang edukasi publik yang menyenangkan dan bermakna.

Selain itu, anggota KIM ditantang untuk membaca realitas sekitar mengenai persoalan apa yang dialami warga, nilai apa yang perlu diperjuangkan, serta bagaimana cara menyampaikannya secara sederhana namun menyentuh. Proses kreatif ini sekaligus melatih mereka berpikir kritis dan komunikatif.

Pembuatan skenario sebelum syuting memperlihatkan peran strategis KIM Pararta Guna sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui produk komunikasi yang dihasilkan maka pesan pembangunan dan kesadaran sosial dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih dekat dengan warga. Inilah bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam memperkuat literasi informasi publik.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, kegiatan penyusunan skenario ini menjadi bukti bahwa setiap pesan sosial memerlukan cerita yang kuat untuk menggerakkan perubahan. Bagi KIM Pararta Guna, menulis skenario bukan hanya langkah teknis menuju produksi video, melainkan sebagai bagian dari perjuangan menjaga arus informasi agar tetap bermakna, inspiratif, dan berpihak pada kemajuan masyarakat Gamping. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)