Solidaritas Warga Keditan: Gotong Royong Perbaiki Meja Inventaris Lingkungan

  • Nov 02, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Kegiatan Wilayah

Sleman – Di tengah arus modernisasi, warga RT 01 RW 26 Keditan, Trihanggo, Sleman, menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi dengan bergotong royong memperbaiki meja inventaris milik lingkungan pada Minggu (2/11/2025). Aksi sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi napas kehidupan sosial di tingkat akar rumput.

Beberapa warga membawa alat pertukangan, sementara yang lain menyiapkan meja portable dan besi penyangganya. Tanpa dikomando, masing-masing sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Ada yang memperbaiki kaki meja berkarat, mengamplas permukaan meja, dan mengaduk cat. “Ini bukan cuma soal memperbaiki meja, tapi menjaga rasa memiliki terhadap fasilitas bersama,” ujar Prihatin Al Taufik, Ketua RT setempat.

Gotong royong memperbaiki belasan meja inventaris itu muncul dari kesadaran bersama. Meja-meja tersebut digunakan dalam setiap kegiatan warga, mulai dari rapat RT, posyandu, hingga acara sosial seperti pengajian dan resepsi pernikahan. Alih-alih menunggu bantuan dari luar, warga memutuskan untuk memperbaikinya secara mandiri.

Selain memperbaiki fasilitas, kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga. Sambil bekerja, mereka saling bercanda dan bertukar cerita dalam suasana hangat. Para ibu juga turut berperan dengan menyiapkan hidangan sederhana berupa teh hangat dan gorengan yang menjadi penyemangat para pekerja.

Menurut Taufik, kegiatan ini mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi. Warga menyadari bahwa keberlangsungan sarana lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada partisipasi aktif masyarakat itu sendiri. “Kesadaran kolektif seperti inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang mandiri dan tangguh,” sambung Taufik.

Dari kegiatan sederhana itu, warga juga belajar nilai-nilai tanggung jawab bersama yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Setiap paku yang dipasang dan setiap cat yang dioleskan menjadi simbol komitmen menjaga aset lingkungan.

“Gotong royong adalah identitas bangsa kita. Kalau dari lingkungan kecil seperti ini terus dijaga, saya yakin rasa persatuan di masyarakat akan semakin kuat,” ucapnya penuh semangat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)