Tekan Peredaran Petasan Jelang Lebaran, Polsek Gamping Gandeng GP Ansor dan Banser

  • Mar 07, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Kamtibmas

Sleman — Kepolisian Sektor Gamping memperkuat barisan pengamanan wilayah dengan menggandeng organisasi kepemudaan untuk menekan peredaran petasan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan koordinasi antara jajaran Polsek Gamping dengan pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gamping di Markas Polsek Gamping pada Sabtu sore (7/3/2026). Sinergi ini bertujuan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama sisa Ramadan hingga momentum Lebaran.

Kapolsek Gamping, Bowo Susilo, menegaskan bahwa pengawasan terhadap petasan menjadi prioritas karena daya ledaknya yang meresahkan dan risiko fatal yang ditimbulkan. Menurutnya, petasan bukan sekadar gangguan kebisingan bagi jamaah yang beribadah, melainkan ancaman nyata yang berpotensi menyebabkan kebakaran hingga kecelakaan fisik. Oleh karena itu, pendekatan kepada masyarakat perlu dilakukan secara masif melalui berbagai lini, termasuk melalui tokoh pemuda.

Bowo Susilo menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor dan Banser sangat membantu aparat dalam melakukan pendekatan persuasif. Kehadiran kader muda di lapangan dinilai jauh lebih efektif untuk memberikan edukasi langsung kepada sesama pemuda terkait bahaya penggunaan petasan. Polisi berharap para kader ini menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran kolektif di tingkat akar rumput.

“Peredaran dan penggunaan petasan menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius setiap memasuki bulan Ramadan hingga Lebaran. Selain berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat saat menjalankan ibadah, petasan juga dapat membahayakan keselamatan karena berisiko menimbulkan kebakaran maupun cedera. Kami mengajak jajaran GP Ansor dan Banser untuk turut berperan aktif memberikan edukasi agar para pemuda tidak terlibat dalam aktivitas penjualan maupun penggunaan petasan secara sembarangan,” ujar Bowo Susilo saat memberikan arahan didampingi perwira pengawas Suparjana.

Lebih lanjut, Bowo Susilo menekankan pentingnya pelaporan cepat dari kader Ansor dan Banser apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di lingkungan masing-masing. Komunikasi dua arah antara kepolisian dan organisasi kepemudaan ini diharapkan mampu menutup celah peredaran petasan ilegal di wilayah Gamping. Ia meminta para kader tidak segan melakukan sosialisasi kepada pedagang maupun warga agar tidak menjual atau menyalakan mercon secara bebas.

“Salah satu langkah konkret yang perlu dilakukan adalah kader Ansor dan Banser harus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjual maupun menyalakan petasan secara sembarangan. Pendekatan dari rekan-rekan muda biasanya lebih didengar oleh kelompok remaja lainnya, sehingga potensi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat bisa kita cegah sejak dini,” tambahnya.

Merespons ajakan tersebut, Ketua GP Ansor Gamping, Muhammad Firdaus, bersama jajaran komando Banser menyatakan komitmen penuh untuk mendukung tugas kepolisian. Pihaknya siap menginstruksikan seluruh kader di tingkat ranting untuk membantu pemantauan wilayah dan memastikan lingkungan mereka bersih dari penggunaan petasan yang membahayakan.

Melalui sinergi yang kuat antara Polsek Gamping, GP Ansor, dan Banser, diharapkan wilayah Kapanewon Gamping tetap berada dalam kondisi aman dan tertib. Kebersamaan seluruh pihak ini menjadi kunci utama agar perayaan Idulfitri tahun ini terbebas dari insiden ledakan petasan maupun gangguan keamanan lainnya, sehingga warga dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)