Tingkatkan Daya Saing, Pelaku UMKM Banyuraden Pertajam Strategi Branding dan Pengemasan Produk Olahan Ikan
- Dec 19, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- UMKM
Sleman – Upaya memperkuat ekonomi berbasis potensi desa terus digencarkan oleh Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Melalui pelatihan manajemen pengelolaan usaha yang digelar di Gedung Muhammadiyah Banyuraden pada Jumat (19/12/2025), para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat diberikan pembekalan intensif mengenai pentingnya identitas merek dan estetika pengemasan untuk produk olahan ikan air tawar.
Kegiatan ini secara khusus menitikberatkan pada pengembangan produk abon dan nugget ikan, dua komoditas unggulan yang selama ini diproduksi oleh komunitas UMKM Banyu Muncar. Lurah Banyuraden, Sudarisman, menegaskan bahwa manajemen usaha yang profesional merupakan fondasi utama agar UMKM lokal tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan industri pangan olahan saat ini.
Sudarisman berharap melalui sentuhan kreativitas pada aspek visual, produk asli Banyuraden dapat menembus pasar yang lebih luas. “Kami ingin produk-produk ini memiliki nilai jual yang tinggi. Branding dan pengemasan bukan hanya soal tampilan luar, tetapi juga strategi untuk membangun kepercayaan konsumen sehingga produk abon dan nugget kita bisa bersaing dengan merek-merek besar di pasaran,” ujar Sudarisman saat membuka acara tersebut.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 40 ibu-ibu pelaku usaha yang mewakili delapan padukuhan di wilayah Banyuraden. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Carik Banyuraden Hendy Indra Utama, Ulu-Ulu Banyuraden Sulung Pramono, serta Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden Kwintartiningsih Pospoputri. Kehadiran para pimpinan kalurahan ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap keberlangsungan ekonomi warganya.
Materi branding disampaikan oleh Imasarju, seorang praktisi asal Kalasan yang membedah pentingnya identitas produk secara menyeluruh. Ia memaparkan bahwa desain logo, pemilihan warna, hingga konsistensi visual harus dipikirkan secara matang agar produk memiliki karakter unik. Menurutnya, kemasan yang higienis dan menarik berfungsi ganda, yakni sebagai pelindung mutu produk sekaligus alat komunikasi pemasaran yang paling efektif saat berhadapan langsung dengan pembeli.
Sejalan dengan materi tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, menilai bahwa melimpahnya bahan baku ikan air tawar di wilayahnya merupakan modal besar yang harus dioptimalkan. Ia berharap para peserta pelatihan dapat segera menerapkan ilmu yang didapat untuk menjaga kualitas produk yang konsisten.
“Potensi olahan ikan kita sangat luar biasa. Jika mutunya terus ditingkatkan dan dikemas secara profesional, saya yakin ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga para pelaku usaha di Banyuraden,” tutur Kwintartiningsih penuh optimisme.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kalurahan Banyuraden juga menyalurkan bantuan peralatan pengemasan (packing) kepada kelompok UMKM. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kalurahan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang relevan, termasuk rencana pelatihan inovasi produk dan pemasaran digital di masa mendatang guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)