Tingkatkan Kualitas Generasi Emas, Komunitas Seroja Banyuraden Ikuti Edukasi Tumbuh Kembang Anak

  • Dec 14, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Kesehatan

Sleman — Pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak menjadi fokus utama dalam kegiatan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Bambang Edi Susyanto, seorang dokter spesialis anak, di hadapan anggota Komunitas Sehat Rohani Jasmani (Seroja) Banyuraden. Acara ini berlangsung di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (14/12/2025).

Dalam paparannya, Bambang menegaskan bahwa tumbuh kembang anak merupakan proses berkelanjutan yang mencakup aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Seluruh aspek tersebut harus diperhatikan secara seimbang sejak usia dini agar anak dapat mencapai potensi optimalnya di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa masa emas atau golden period pada anak, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi fase krusial yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak.

“Kekeliruan dalam pola asuh, asupan gizi, maupun stimulasi pada periode ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang,” tandas Bambang.

Bambang juga menekankan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam memantau pertumbuhan berat badan, tinggi badan, serta perkembangan kemampuan motorik dan bahasa anak. “Deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang dinilai penting agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin,” ujarnya.

Selain faktor gizi, lingkungan yang sehat dan pola hidup bersih juga menjadi penentu utama tumbuh kembang anak. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan imunisasi lengkap merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi anak.

Di hadapan anggota komunitas Seroja, Bambang turut mengingatkan bahwa kesehatan mental anak tidak kalah penting dibandingkan kesehatan fisik. Pola komunikasi yang positif, rasa aman, serta dukungan emosional dari keluarga akan membentuk karakter dan kepercayaan diri anak sejak dini.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang sebagian besar merupakan orang tua. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan seputar pola makan sehat, gangguan tumbuh kembang, hingga cara memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia anak.

Sementara itu, Sekretaris Kekandhangan Banyuraden, Adnan Iman Nurtjahjo, mengungkapkan bahwa kegiatan edukasi semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak secara holistik.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anggota komunitas Seroja dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, sehingga pemahaman tentang pentingnya tumbuh kembang anak dapat diterapkan secara luas demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (Adnan Nurtjahjo / KIM Pararta Guna Gamping)