TPQ Rutbatul Huda Banyuraden Sarana Pembinaan Akhlak dan Karakter Anak

  • Aug 10, 2024
  • Aryo Tejo
  • Keagamaan

Di era digital saat ini Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) menghadapi beberapa tantangan yang signifikan. Salah satunya adalah berkompetisi dengan teknologi dan media digital yang cenderung lebih menarik perhatian anak-anak sehingga seringkali membuatnya kurang fokus pada pembelajaran agama, termasuk di TPQ. Hal tersebut dikemukakan oleh Kyai Achmad Shofi selaku Pengasuh Taman Pendidikan Alqur’an Rutbatul Huda yang beralamat di Cokrowijayan Rt 02 Rw.18, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (10/8/2024).

Taman Pendidikan Alqur’an Rutbatul Huda yang berdiri pada tanggal 21 April 2011 resmi secara hukum untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran sesuai kurikulum yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada tanggal 28 Desember 2015 sesuai dengan Piagam Penyelenggaraan Taman Pendidikan Alqur’an Nomor: Kd.12.04/3/PP.007/4709.1.379/2015 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Kantor Kabupaten Sleman.

Sesuai keterangan Kyai Shofi, untuk meningkatkan minat anak dalam mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an Rutbatul Huda, pihaknya menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif seperti permainan edukatif, cerita, dan aktivitas yang melibatkan anak secara langsung, bahkan menyediakan buku-buku bacaan di perpustakaan pribadinya sehingga membuat proses belajar mengaji menjadi lebih menarik bagi santrinya.

“Teknologi juga dapat diintegrasikan disini, misalnya dengan penggunaan aplikasi AlQur’an interaktif atau video pembelajaran yang sesuai dengan usia anak,” cetusnya.

Hal senada juga dijelaskan oleh Nyai Fathiyyah selaku pengasuh TPQ Rutbatul Huda yang lain bahwa pengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an dituntut untuk mencari cara kreatif agar pendidikan Alqur’an tetap menarik dan relevan bagi anak-anak di era digital ini.

Menurutnya, sasaran penyelenggaraan pendidikan Alqur’an yaitu mengembangkan pendidikan agama Islam di kalangan anak-anak dan remaja. Adanya penanaman nilai-nilai keagamaan dan moral sejak dini diharapkan membuat anak-anak tumbuh dengan landasan iman yang kuat.

“Pembelajaran Alqur’an yang kami ajarkan pada anak meliputi pengenalan dan pemahaman ajaran Islam, termasuk cara membaca, menghafal, dan mengamalkan ayat-ayat Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain itu, pendekatan personal dari pengasuh yang penuh kasih sayang dan memberikan perhatian pada setiap anak pun sangat penting dilakukan guna membangun hubungan positif dan menjadikan anak merasa dihargai sehingga menciptakan lingkungan TPQ yang nyaman dan penuh kehangatan. Termasuk ruang belajar yang bersih, penuh warna, serta dihiasi dengan elemen yang menarik akan membuat anak-anak merasa betah dan senang.

Menutup keterangannya, Nyai Fathiyyah berharap TPQ Rutbatul Huda Banyuraden bisa menjadi sarana pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif saja namun juga pada pembinaan akhlak dan karakter anak-anak agar dapat mencetak generasi yang tidak hanya pintar membaca AlQur’an, tetapi juga berakhlak mulia, bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)