UPY Terapkan Metode Asesmen untuk KKN Berdampak Nyata di Masyarakat Sleman
- Aug 01, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Komunitas
Sleman, 1 Agustus 2025 – Sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), 12 mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melakukan asesmen mendalam di Padukuhan Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Sleman. Langkah ini bertujuan memastikan program KKN benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Afrida Firdausi (Teknik Biomedis) dan Syarifatul Muawinati (Gizi) selaku perwakilan mahasiswa menyatakan nahwa Asesmen ini penting untuk memahami karakter dan kebutuhan warga sebelum menyusun program kerja. Mereka berkoordinasi dengan Komunitas Kekandhangan Banyuraden sebagai mitra lokal.
Adnan Iman Nurtjahjo, Sekretaris Komunitas Kekandhangan, mengapresiasi pendekatan ini.
“KKN UPY berbeda karena diawali dengan pemetaan kebutuhan. Ini menjamin program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Komunitas siap memfasilitasi mahasiswa berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga kelompok UMKM,” tambah Adnan.
Melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam, mahasiswa mengidentifikasi tiga fokus program yaitu penguatan UMKM lokal, Pendampingan pendidikan anak usia dini, dan edukasi lingkungan berkelanjutan
Aryo Tejo, Koordinator Mitigasi Satwa, menekankan nilai edukasi dari proses ini.
“Mahasiswa belajar bahwa pengabdian masyarakat membutuhkan empati, bukan hanya teori akademik,” jelasnya.
Pendekatan partisipatif ini menciptakan hubungan kolaboratif antara mahasiswa dan warga. “Kami merasa dihargai karena program benar-benar berdasarkan kebutuhan kami,” tutur salah satu warga Sukunan.
Metode asesmen mendalam ini diharapkan dapat menjadi standar pelaksanaan KKN di berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan KKN seharusnya diukur dari dampak berkelanjutan, bukan sekadar jumlah kegiatan.
UPY menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan KKN yang transformatif melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)