Wakil Ketua I DPRD Sleman Tegaskan Komitmen Ruang Diskusi Mahasiswa
- Apr 11, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pemuda
Sleman — Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Ani Martanti menegaskan komitmennya dalam membuka ruang dialog yang konstruktif bagi kalangan mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi keynote speaker pada pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sleman Masa Khidmat 2025-2026 yang berlangsung di Pendhapa DPRD Sleman, Sabtu (11/4/2026).
Acara dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Sleman, Prof. Dr. Arif Rohman, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, serta berbagai elemen organisasi kepemudaan diantaranya Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman, Forum Anak Sleman, dan Komite Nasional Pemuda Indonesia.
Dalam sambutannya, Ani Martanti menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif. Ia menyampaikan bahwa lembaga legislatif terbuka terhadap berbagai aspirasi mahasiswa yang disampaikan melalui forum-forum diskusi yang sehat dan produktif.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, DPRD Sleman siap menjadi mitra dialog bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun masukan yang membangun.
Lebih lanjut, Ani Martanti mendorong agar organisasi mahasiswa seperti PMII mampu menjadi wadah pengembangan diri yang optimal bagi anggotanya. Tidak hanya dalam aspek intelektual, namun juga dalam penguatan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi publik yang efektif.
“Mahasiswa harus berani tampil, menyampaikan ide, dan terlibat aktif dalam proses pembangunan daerah. DPRD membuka ruang seluas-luasnya untuk diskusi, sehingga terjadi sinergi antara pemuda dan pemangku kebijakan,” ujarnya.
Ani menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam proses pembangunan daerah tidak harus selalu dalam bentuk demonstrasi, melainkan bisa melalui kajian, riset, serta partisipasi aktif dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Hal ini dinilai lebih berdampak dalam jangka panjang.
Selain membuka ruang aspirasi, Ani Martanti juga mendorong organisasi mahasiswa seperti PMII untuk lebih serius dalam merancang program pengembangan diri kader. Program tersebut dinilai penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi.
“Penguatan kapasitas kader dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, penguatan literasi digital, hingga pengembangan keterampilan komunikasi publik. Dengan bekal tersebut, kader PMII diharapkan mampu tampil sebagai pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perubahan zaman,” tandasnya.
Dengan adanya komitmen DPRD Sleman dalam membuka ruang dialog, diharapkan tercipta ekosistem demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki peluang besar untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan daerah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)