Atlet Revolution Academy Sleman Merajai Kompetisi Taekwondo Sleman Battle Arena 2026
- Apr 19, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Olahraga
Sleman — Keikutsertaan tim Taekwondo Revolution Academy dalam ajang Sleman Battle Arena 2026 menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet muda sekaligus penguatan prestasi olahraga di tingkat daerah. Kompetisi yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Minggu (19/4/2026) tersebut menghadirkan berbagai klub terbaik dari sejumlah wilayah, menjadikannya panggung kompetitif yang sarat nilai pembelajaran.
Ajang kompetensi taekwondo tingkat regional ini diikuti 1.000 atlet dari berbagai kelas dan kategori usia untuk memperebutkan gelar juara. Hal tersebut menjadi ajang pembuktian para atlet yang berasal dari lima provinsi berbeda untuk membuktikan perjuangannya selama berlatih.
Berdasarkan keterangan Pelatih Kepala Revolution Academy, Muhammad Arif, pihaknya menerjunkan 33 atletnya pada kategori pertarungan (Kyorugi) dan jurus (Poomsae) untuk memberikan ruang bagi atletnya mengukur kemampuan secara objektif.
“Dalam olahraga Taekwondo, aspek disiplin, ketahanan mental, dan sportivitas menjadi fondasi utama yang terus diasah melalui kompetisi seperti ini,” tandasnya.
Muhammad Arif menilai keikutsertaan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mencetak atlet berprestasi. Para atlet mendapatkan pengalaman bertanding yang tidak bisa diperoleh dari latihan rutin di dojo. Kompetisi menjadi sarana evaluasi terhadap hasil latihan, sekaligus mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang perlu diperbaiki dalam program pembinaan.
Dengan tampil di ajang bergengsi, Dojo Revolution Academy yang berlokasi di Maguwoharjo menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan olahraga bela diri di Kabupaten Sleman dan sekitarnya.
Pada kategori poomsae yang menitikberatkan ketepatan dan keindahan jurus, Muhammad Fawwas berhasil menyabet medali emas yang dipersembahkan bagi kedua orangtua dan pelatihnya. “Poomsae adalah soal fokus dan ketenangan. Saat di tengah matras tadi, saya berusaha memacu diri untuk tampil tanpa celah dan maksimal,” ujar Fawwas.
Sementara di kategori kyorugi, Hanifah berhasil meraih medali emas setelah melalui pertarungan sengit di babak final. Sehingga dari kompetisi Sleman Battle Arena 2026 ini Tim Revolution Academy berhasil mendulang 5 medali emas, 12 medali perak, dan 15 medali perunggu. Perolehan tersebut berasal dari atlet yang masih mengenyam pendidikan di MTs Negeri 3 Sleman, MTs Negeri 9 Sleman, dan SMK Negeri 1 Depok.
“Persiapan kami sudah maksimal. Anak-anak telah menjalani program pemusatan latihan insentif selama beberapa bulan terakhir. Mereka berlatih secara teknik dan taktik, sekaligus menempa mental bertanding,” pungkas Muhammad Arif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)