Banyuraden Salurkan Stimulan dan Perkuat Pembinaan Kelompok Seni demi Lestarikan Budaya Lokal

  • Jul 08, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Budaya

Sleman — Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, menggelar pembinaan sekaligus menyerahkan stimulan penunjang kegiatan kepada kelompok seni dan kebudayaan sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi. Program yang digelar di Ruang Rapat Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (8/7/2026) tersebut menyasar sanggar seni, kelompok bregada, jathilan, serta pelestari tradisi lokal yang selama ini aktif mengembangkan seni budaya di wilayah Banyuraden.

Kegiatan yang diampu Kamituwa Kalurahan Banyuraden, Agus Nurdalmadi, dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa seni dan budaya merupakan simbol identitas sekaligus kebanggaan masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kelompok seni memiliki peran penting dalam menjaga jati diri Banyuraden. Pemerintah kalurahan akan terus memberikan dukungan agar berbagai tradisi dan kesenian lokal tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan kepada generasi penerus,” kata Sudarisman.

Sementara itu, Kepala Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Dekhi Nugroho, mengatakan pembinaan merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas pelaku seni agar mampu mengelola organisasi secara lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas kebudayaan.

Menurut Dekhi, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan pertunjukan semata, melainkan memerlukan proses pembinaan yang berkesinambungan, penguatan kelembagaan, serta regenerasi pelaku seni. Karena itu, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal.

“Stimulan yang diberikan bukan hanya bantuan operasional, tetapi merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para pelaku seni yang selama ini konsisten melestarikan tradisi dan kebudayaan di wilayahnya,” ujar Dheki.

Ia menambahkan, keberadaan sanggar seni, kelompok bregada, jathilan, dan komunitas pelestari tradisi memiliki kontribusi besar dalam mengembangkan kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial. Aktivitas seni dinilai mampu menjadi ruang pendidikan karakter, mempererat kebersamaan warga, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

Dekhi pun mengajak seluruh kelompok seni untuk terus melakukan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas Banyuraden. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan zaman perlu dilakukan agar kesenian tradisional tetap diminati generasi muda dan memiliki daya saing sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Melalui pembinaan dan penyaluran stimulan tersebut, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berharap seluruh kelompok seni dan kebudayaan semakin aktif berkarya, memperkuat jejaring antarkomunitas, serta terus berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)