Ketua Umum Karang Taruna Sleman Perkuat Peran Wiramuda Banyuraden
- Jul 08, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pemberdayaan
Sleman — Pemerintah Kalurahan Banyuraden terus memperkuat peran generasi muda sebagai mitra strategis dalam pembangunan melalui kegiatan pembinaan Pengurus Wiramuda Banyuraden masa bakti 2026–2031.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (8/7/2026), menghadirkan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Sleman, Destiawan Dwi Nugroho, sebagai narasumber utama.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman, didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, serta Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi. Dalam sambutannya, Sudarisman menegaskan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara Ketua dan pengurus Karang Taruna Banyuraden dengan pemerintah kalurahan akan berperan dalam kemajuan pembangunan.
Menurutnya, kepengurusan yang baru perlu memiliki semangat kolaborasi, inovasi, serta kemampuan merancang program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan Kalurahan Banyuraden.
“Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang belajar untuk melatih kepemimpinan, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sudarisman.
Lebih lanjut, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama menekankan bahwa karang taruna sebagai wadah pembinaan dan pengembangan, serta pemberdayaan. Menurutnya, dalam upaya pengembangan kegiatan, karang taruna harus berdampingan bersama komponen masyarakat lainnya demi pengembangan potensi generasi muda di kalurahan.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Sleman, Destiawan Dwi Nugroho menyampaikan bahwa pembinaan organisasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan kepengurusan yang profesional dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, bahwa tantangan organisasi kepemudaan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial masyarakat. Oleh karena itu, pengurus dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, memanfaatkan teknologi informasi, membangun jejaring kolaborasi, serta menghadirkan kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan dan potensi pemuda di tingkat kalurahan.
“Karang Taruna harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat. Pemuda jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi harus mampu menciptakan peluang melalui kreativitas, inovasi, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, hingga pengembangan potensi lokal yang dimiliki wilayahnya,” ungkap Destiawan.
Melalui sesi pembinaan tersebut, para pengurus Wiramuda Banyuraden mendapatkan penguatan mengenai kepemimpinan kolektif, penyusunan program kerja yang terukur, pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah kalurahan, lembaga kemasyarakatan, maupun berbagai pemangku kepentingan. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan organisasi yang aktif, akuntabel, dan konsisten memberikan kontribusi bagi pembangunan sosial, ekonomi, maupun budaya di Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)