Bhabinkamtibmas Banyuraden Bangun Ketahanan Sosial Berbasis Budaya
- Jul 02, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Kamtibmas
Sleman — Pelestarian nilai-nilai budaya lokal dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kalurahan Banyuraden, Aipda Suyanto, bersama Dukuh Sukunan, Subiyatna, dengan mengunjungi budayawan Wibowo Endarsulastro di Dusun Dowangan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (2/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian, pemerintah kalurahan, dan para tokoh budaya. Melalui dialog yang berlangsung hangat, berbagai persoalan sosial kemasyarakatan dibahas sebagai langkah memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Aipda Suyanto menyampaikan bahwa pendekatan budaya merupakan salah satu sarana efektif dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, para budayawan memiliki pengaruh moral yang kuat dalam menjaga tradisi, membangun karakter warga, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi modal utama terciptanya keamanan lingkungan.
“Keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun budayawan perlu terus diperkuat agar setiap potensi konflik maupun gangguan keamanan dapat dideteksi dan diselesaikan melalui pendekatan persuasif sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dukuh Sukunan, Subiyatna, mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas yang secara rutin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sambang. Menurutnya, kedekatan aparat dengan warga menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Budaya lokal yang diwariskan para leluhur mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, musyawarah, toleransi, dan kepedulian sosial. Apabila nilai-nilai tersebut terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda, maka akan lahir masyarakat yang mencintai budayanya, sekaligus memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya,” tandasnya.
Sementara itu, Wibowo Endarsulastro selaku budayawan Dusun Dowangan menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas dan pemerintah padukuhan sebagai bentuk perhatian terhadap eksistensi budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga kesenian dan tradisi, tetapi juga menanamkan etika, tata krama, serta sikap saling menghormati yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Melalui kegiatan sambang tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara kepolisian, pemerintah wilayah, tokoh budaya, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tenteram, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Sinergi seperti ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus mewujudkan kamtibmas yang kondusif di wilayah Kalurahan Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)