Cegah Risiko Jatuh, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Teliti Kekuatan Otot Lansia di Banyuraden

  • Jul 13, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Kesehatan

Sleman — Tujuh mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melaksanakan penelitian sekaligus pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada kekuatan dan daya tahan otot ekstremitas bawah bagi lanjut usia (lansia). Kegiatan riset lapangan ini dipusatkan di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (13/7/2026).

Penelitian ini dirancang untuk memetakan hubungan antara tingkat partisipasi lansia dalam berbagai kegiatan komunitas dengan kekuatan serta daya tahan otot bagian bawah mereka. Kedua aspek fisik tersebut merupakan indikator krusial yang menentukan kemampuan fungsional lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, sekaligus menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko jatuh yang sering kali menjadi pemicu cedera hingga kecacatan pada usia senja.

Perwakilan mahasiswa UNISA Yogyakarta, Nurul Khoiriyah, menjelaskan bahwa stimulasi sosial melalui kelompok keagamaan, seni, maupun olahraga di tingkat rukun tetangga terbukti memiliki korelasi positif terhadap kondisi fisik para lansia.

“Partisipasi aktif lansia dalam berbagai kegiatan komunitas diyakini dapat memperkuat hubungan sosial, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas fisik yang berdampak pada kekuatan dan daya tahan otot ekstremitas bawah. Interaksi sosial yang sehat mampu mendorong lansia tetap aktif bergerak sehingga kualitas hidup mereka dapat terjaga lebih baik,” ujar Nurul Khoiriyah saat memaparkan latar belakang risetnya.

Dalam praktiknya, tim mahasiswa melakukan pengukuran kemampuan motorik lansia menggunakan metode uji fisik terstandar. Data yang diperoleh dari pemeriksaan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang konkret bagi pemerintah desa, kader kesehatan, maupun pengelola panti dalam menyusun program pemberdayaan dan pencegahan penyakit degeneratif berbasis masyarakat.

Langkah taktis dari sektor akademisi ini mendapat sambutan hangat dari Manajer Operasional Layanan Lansia Terintegrasi Banyuraden, Sayekti Rahayu. Ia menilai sinergi ini sangat menguntungkan karena membantu pengelola layanan dalam memperoleh data kesehatan warga binaan secara akurat tanpa harus melakukan skrining mandiri dari awal. Hasil riset ini nantinya akan dijadikan kompas evaluasi untuk program pembinaan berkala di wilayah kerja mereka.

Dukungan serupa juga disuarakan oleh Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi. Mewakili pemerintah kalurahan, ia berharap kehadiran para mahasiswa ini mampu memicu kesadaran warga paruh baya di Banyuraden untuk lebih peduli terhadap masa persiapan lanjut usia yang sehat dan produktif.

“Melalui penelitian tersebut, semoga semakin banyak lansia yang terdorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan komunitas, rutin melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kesehatannya, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” pungkas Agus Nurdalmadi. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)