MPLS Momentum Penguatan Karakter dan Kesadaran Hukum Siswa SMK Muhammadiyah Gamping
- Jul 13, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pendidikan
Sleman — Pendidikan karakter dan kesadaran hukum menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, disiplin, serta bertanggung jawab di tengah perkembangan sosial dan teknologi yang semakin dinamis. Melalui pembinaan sejak dini, para pelajar diharapkan mampu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara sekaligus menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan berbudaya.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Unit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Mamik Susanti, bersama Bhabinkamtibmas Kalurahan Ambarketawang, Aiptu Ibnu Prastowo, saat memberikan penyuluhan kepada siswa baru SMK Muhammadiyah Gamping dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (13/7/2026).
Dalam pemaparannya, Iptu Mamik Susanti menegaskan bahwa pembentukan karakter merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, karakter yang kuat akan membentengi pelajar dari berbagai pengaruh negatif, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, penyalahgunaan narkotika, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran hukum sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa hukum bukan semata-mata berkaitan dengan sanksi, melainkan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang tertib, aman, dan saling menghormati.
“Dengan memahami aturan sejak usia sekolah, kami harapkan para pelajar mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam setiap tindakan,” tandas Iptu Mamik didepan 120 siswa baru.
Materi penyuluhan turut menyoroti pentingnya tertib berlalu lintas sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum sekaligus upaya melindungi keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya. Para siswa diingatkan agar selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta tidak mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pada kesempatan tersebut, Iptu Mamik juga memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh siswa untuk membangun budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan berani melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan perundungan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik tanpa adanya intimidasi maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
Sementara itu, Aiptu Ibnu Prastowo mengingatkan pentingnya menjaga serta melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Nilai-nilai budaya, sopan santun, gotong royong, toleransi, dan penghormatan kepada orang tua maupun guru perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah. Karakter luhur tersebut diyakini mampu memperkuat ketahanan moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
“Keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan memerlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan aparat pemerintah. Melalui kolaborasi yang baik, pembinaan terhadap pelajar akan berlangsung secara berkesinambungan sehingga mampu menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta taat terhadap norma hukum dan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Kegiatan penyuluhan dalam rangka MPLS tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa baru. Kepala kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi menjadi bekal dalam membentuk perilaku sehari-hari.
“Dengan karakter yang kuat, kesadaran hukum yang tinggi, kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, penolakan terhadap segala bentuk bullying, serta komitmen melestarikan budaya bangsa, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)