Cegah Stunting Balita, Banyuraden Lakukan Intervensi Gizi
- Jul 09, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Kesehatan
Sleman — Pemerintah Kalurahan Banyuraden terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari intervensi gizi untuk mencegah stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan warga. Program tersebut disampaikan berbarengan dengan penyerahan sarana dan prasarana bagi Juru Pantau Jentik (Jumantik) se-Kalurahan Banyuraden, di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (9/7/2026).
Lurah Banyuraden, Sudarisman mengatakan bahwa pemberian makanan tambahan merupakan salah satu langkah strategis pemerintah kalurahan dalam mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus menjaga kondisi kesehatan kelompok rentan, terutama balita dan lansia. Menurutnya, intervensi gizi yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Pemberian makanan tambahan ini bukan sekadar membagikan bantuan pangan, tetapi merupakan bentuk investasi kesehatan masyarakat. Balita membutuhkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga terhindar dari stunting, sementara lansia memerlukan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuhnya,” kata Sudarisman.
Lebih lanjut, Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi menjelaskan bahwa stunting masih menjadi perhatian bersama karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas seseorang pada masa mendatang. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong kolaborasi antara kader kesehatan, Posyandu, keluarga, dan masyarakat agar pemenuhan gizi anak dapat dilakukan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Selain menyasar balita, perhatian terhadap kesehatan lansia juga menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat yang inklusif. Menurut Agus, meningkatnya usia harapan hidup harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas hidup lansia melalui pemenuhan gizi seimbang, pemantauan kesehatan secara rutin, serta dukungan lingkungan yang sehat agar mereka tetap aktif dan produktif.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kalurahan Banyuraden juga menyerahkan sarana dan prasarana kepada Jumantik sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Keberadaan mereka dinilai memiliki peran strategis dalam mengendalikan populasi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemantauan jentik secara berkala di lingkungan permukiman warga.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri menekankan bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial. Program intervensi gizi, pencegahan penyakit menular, peningkatan sanitasi, serta pemberdayaan masyarakat harus berjalan secara terpadu agar mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Kesehatan masyarakat dimulai dari keluarga. Ketika balita memperoleh gizi yang baik, lansia tetap sehat, dan lingkungan bebas dari jentik nyamuk, maka kita sedang membangun fondasi masyarakat Banyuraden yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. Seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif menyukseskan berbagai program kesehatan yang telah dijalankan pemerintah,” tandas Kwintartiningsih.
Melalui pelaksanaan program pemberian makanan tambahan bagi balita dan lansia serta penguatan peran Jumatik, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berharap upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan semakin efektif. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di Kalurahan Banyuraden secara berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)