GP Ansor Sleman Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Investasi BUMA di SPPG Sidoagung
- Jul 30, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Pemuda
Sleman – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman kembali menunjukkan kiprah nyatanya dalam mendorong kemandirian organisasi dan penguatan ekonomi berbasis sosial. Melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini berinvestasi aktif dalam pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit pelaksana program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Godean, Sleman. Langkah ini bukan hanya sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi organisasi, namun juga bentuk konkret keberpihakan pada pemberdayaan masyarakat lokal.
Ketua SPPG Sidoagung, Margiyanto menggandeng Badan Usaha Milik Ansor Kabupaten Sleman, untuk menjadi salah satu pusat pengolahan dan distribusi pangan yang potensial di Sleman, baik dari sisi produksi makanan olahan sehat, distribusi pangan lokal, hingga pengembangan model bisnis sosial.
“Kolaborasi ini tak sekadar berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadikan pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja sebagai nilai utama,” ujarnya.
Sebagai bentuk permohonan doa dan restu kepada Allah SWT agar seluruh proses dan aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berjalan lancar, membawa keberkahan, serta terhindar dari segala hambatan, Pimpinan Cabang GP Ansor Sleman menggelar mujahadah di Gedung SPPG Sidoagung, Rabu (30/7/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, bersama Ketua Penasehat, Dr. H. Ariyanto Nugroho, dan Wakil Ketua Bidang Bisnis, Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat, H. Ahmad Ihsanuddin.
Menurut H.M. Najib, selain sebagai bentuk ikhtiar batin, mujahadah juga menjadi sarana menyatukan niat dan komitmen kolektif antara pengelola, mitra usaha, GP Ansor, dan masyarakat sekitar. Melalui lantunan doa dan dzikir bersama, tumbuh rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun ekonomi berbasis sosial yang berkeadilan.
“Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bahwa usaha yang dijalankan adalah bagian dari amanah besar untuk memberdayakan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Najib.
Dengan memulai langkah pertama melalui pendekatan spiritual, diharapkan SPPG Sidoagung menjadi tempat tumbuhnya semangat kerja keras yang jujur, transparan, dan bernilai ibadah. Mujahadah menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari laba materi, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu memberi manfaat nyata bagi umat.
Ketua GP Ansor Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, menyampaikan bahwa investasi ini merupakan wujud keseriusan organisasi dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Pihaknya ingin Ansor tidak hanya kuat secara ideologi dan kaderisasi, tetapi juga kokoh secara ekonomi.
“Melalui BUMA, kami berkomitmen menciptakan ekosistem bisnis yang menyejahterakan anggota dan masyarakat,” lanjutnya.
Keterlibatan GP Ansor Sleman dalam pengembangan SPPG juga membawa nilai edukatif. Kader-kader muda diajak terjun langsung mengelola unit bisnis, belajar mengenai manajemen, keuangan, dan pemasaran. Proses ini menjadi arena kaderisasi ekonomi yang penting dalam membentuk generasi muda Ansor yang tidak hanya militan secara ideologis, namun juga cakap dalam bidang wirausaha dan ekonomi kreatif. Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian organisasi secara berlapis.
“Melalui SPPG ini, kami ingin menjawab kebutuhan mendesak dalam pemenuhan gizi, sekaligus menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan seperti GP Ansor memiliki komitmen serius terhadap isu-isu sosial dan kesehatan masyarakat,” terang H.M. Najib.
Dengan semangat kolaboratif, GP Ansor Kabupaten Sleman membuktikan bahwa organisasi kepemudaan bisa menjadi aktor penting dalam transformasi ekonomi di tingkat akar rumput. Investasi melalui BUMA di SPPG Sidoagung bukan sekadar urusan bisnis, melainkan langkah strategis menuju kemandirian organisasi yang berbasis kebermanfaatan. Di tengah tantangan ekonomi global, kehadiran BUMA menjadi jawaban atas kebutuhan akan ekonomi alternatif yang adil, mandiri, dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)