Turunkan 14 Atlet, Revolution Academy Sleman Borong 14 Medali di Kejuaraan Taekwondo Kabupaten

  • Jul 12, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Olahraga

Sleman — Dojang Revolution Academy Sleman sukses menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Taekwondo Tingkat Kabupaten Sleman 2026. Klub bela diri yang berbasis di Maguwoharjo, Depok, Sleman ini berhasil memborong total 14 medali dari 14 atlet yang diterjunkan dalam kompetisi yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Pangukan, Sleman, Minggu (12/7/2026).

Ajang tahunan yang diinisiasi oleh Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Sleman bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman ini diikuti oleh 550 atlet dari berbagai klub dan dojang lokal. Selain menjadi wadah persaingan prestasi, kejuaraan ini difungsikan sebagai laboratorium pembinaan untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Kepala Pelatih Revolution Academy Sleman, Arif Yudhi, menekankan bahwa partisipasi timnya dalam kejuaraan ini tidak sekadar berorientasi pada perburuan medali, melainkan sebagai media penempaan mental bertanding dan pematangan teknik bagi para atlet muda.

“Kejuaraan tingkat kabupaten ini adalah laboratorium kami. Di sini anak-anak belajar merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Mereka belajar mengatur emosi, disiplin, dan sportivitas. Medali itu bonus, yang paling penting adalah proses dan pengalaman,” ujar Arif Yudhi di sela-sela memantau jalannya pertandingan.

Berkat program latihan intensif selama dua bulan terakhir, dojang Revolution Academy Sleman sukses mengonversi seluruh keterwakilan atletnya menjadi podium juara dengan rincian tiga medali emas, enam medali perak, dan lima medali perunggu.

Sumbangan medali emas masing-masing diraih oleh Muhammad Aydan Arya (SMPN 3 Depok) di kelas Kyorugi Cadet U-45 Kg Putra, Muhammad Fawwaz Anwar (MTSN 9 Sleman) di kelas Poomsae Cadet Taeguk 2 Putra, dan Syifa Putri Litani (MTSN 9 Sleman) di kelas Poomsae Junior Taeguk 1 Putri.

Sementara itu, enam medali perak dipersembahkan oleh Jihan Makaila Wibawa (MAN 2 Sleman), Anindya Rachel Mahendra (MAN 2 Sleman), Dominic Kenzie Isalias (SMP Eksperimental Mangunan), Alvaro Marchcleo Putra Riyadi (SDN Nanggulan), Arsva Nathan Jaswinder Wibowo (MI Al Huda), dan Muhammad Fannan Pratama (Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto).

Untuk lima medali perunggu berhasil diamankan oleh Swatantri Girindra Wardhani (SDN Sorogenen I), Muhammad Ammar Dirga Sulistyo (SDN Sorogenen I), Rheiva Fauzan Sujadmiko (MAN 2 Sleman), Risma Yeni Nur’aeni (MAN 2 Sleman), serta Muhammad Hafidin (SMKN 2 Depok).

Salah satu atlet peraih medali perak di kategori dewasa, Muhammad Fannan Pratama, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut mengingat tensi pertandingan di atas matras berjalan cukup ketat dan penuh tekanan.

“Rasanya bangga banget. Deg-degan pas tanding pertama, tapi karena sering dilatih mental sama coach, jadi bisa tenang,” ungkap Fannan setelah prosesi pengalungan medali.

Manajemen Revolution Academy Sleman melalui perwakilannya, Rizky Savira, turut menyampaikan apresiasi kepada pihak pengelola kompetisi atas standarisasi kejuaraan yang dinilai objektif, transparan, dan suportif. Kehadiran turnamen lokal yang dikelola profesional ini dinilai krusial bagi ekosistem olahraga bela diri di tingkat daerah.

Pasca-evaluasi dari hasil kejuaraan daerah ini, Revolution Academy Sleman langsung mengalihkan fokus program kerja untuk menatap kompetisi yang lebih besar. Jajaran pelatih kini mulai menggembleng fisik dan taktik para atlet demi membidik target prestasi pada ajang Kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Solo di Jawa Tengah mendatang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna gamping)