Al-Mukhtar Seyegan Sabet Juara 1 Festival Hadroh Ishari NU Sleman 2025
- Dec 04, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Keagamaan
Sleman – Grup Hadroh Al-Mukhtar yang berbasis di Seyegan berhasil menorehkan prestasi puncak dalam kancah seni Islam lokal dengan meraih Juara 1 pada Festival Hadroh Ishari NU (Ikatan Seni Hadroh Indonesia Nahdlatul Ulama) Kabupaten Sleman 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di lingkungan khidmat Pondok Pesantren Al-Falahiyyah, Mlangi, Sleman, Rabu (4/12/2025).
Kemenangan ini menempatkan Al-Mukhtar sebagai representasi terbaik dari kesenian hadroh di Sleman, mengungguli belasan grup hadroh lainnya yang turut berpartisipasi dalam ajang tahunan yang menjadi barometer kualitas shalawat dan seni hadroh di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Festival Hadroh Ishari NU Kabupaten Sleman 2025 bertepatan dengan Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-52 Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Mlangi, Haul ke-29 Al-Maghfurlah KH. R. Zamruddin dan Haul ke-3 Kyai Misbahussudur dikenal memiliki kriteria penilaian yang sangat ketat, mencakup aspek fashahah (kejelasan pelafalan Arab), vokalitas, harmoni musikal, dinamika instrumen (terutama terbang/rebana), hingga penampilan panggung dan interpretasi spiritual.
Menurut Fajar Ahmad Miftah sebagai salah satu juri dalam sesi final yang berlangsung khidmat sejak siang hingga malam hari, penampilan Grup Al-Mukhtar dari Kapanewon Seyegan dinilai dewan juri telah mencapai keseimbangan sempurna antara teknik musikal dan penghayatan spiritual.
“Mereka membawakan komposisi shalawat dengan aransemen yang dinamis, sekaligus menunjukkan kemahiran dalam transisi irama cepat dan lambat, serta harmonisasi vokal yang solid,” lanjutnya.
Usai bersidang, dewan juri yang terdiri dari Fajar Ahmad Miftah (Magelang), Muhammad Arif (Magelang), dan Sugioto (Sleman) memutuskan grup hadroh Al Mukhtar Seyegan yang memiliki nilai 90,5 sebagai Juara I. Disusul Zidan Al Barkah Godean (90,1) sebagai Juara II, Daarul Hidayah Sleman (81,5) Juara III, Hidayatul Muttaqien Tempel (75,8) Juara Harapan I, serta Dewi Masyithoh Kalasan (72,6) sebagai Juara Harapan II. Seluruh pemenang kejuaraan mendapatkan Trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
“Secara teknis, kami menilai tiga hal yakni vokal, musik, dan penampilan. Vokal harus jelas dan kena tajwidnya. Musik, terutama kendang, harus solid dan menjadi pemersatu. Serta penampilan harus rapi dan mendukung tema,” jelas Fajar.
Bagi Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman, kemenangan Al-Mukhtar ini menjadi penanda vitalitas kesenian Islam tradisional di kalangan generasi muda. Festival Hadroh Ishari NU merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui seni.
Kehadiran hadroh modern seperti Al-Mukhtar adalah bukti bahwa seni dakwah terus berinovasi dan relevan dengan generasi muda yang memiliki kecintaan mendalam terhadap shalawat. Harapannya, capaian grup hadroh Al-Mukhtar Seyegan menjadi inspirasi bagi grup-grup hadroh muda lainnya untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni sholawat di seluruh penjuru Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)