Suran Mbah Demang 2026 Siap Digelar, Panitia Matangkan Teknis Pelaksanaan
- Jun 22, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Budaya
Sleman — Guna memastikan pelaksanaan Kirab Tradisi Budaya Suran Mbah Demang 2026 berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana, panitia bersama berbagai pihak terkait menggelar technical meeting di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan, pembagian tugas, alur kegiatan, serta prosedur pengamanan guna meminimalkan potensi kendala di lapangan dan mendukung suksesnya penyelenggaraan tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Banyuraden.
Technical meeting yang diikuti oleh pamong kalurahan, aparat TNI-Polri, panitia pelaksana, perwakilan bregada, pelaku seni budaya, tokoh masyarakat, Satlinmas, relawan, serta keluarga Trah Mbah Demang menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai potensi kendala serta merumuskan langkah antisipasi sejak dini.
Menurut Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa Kirab Tradisi Budaya Suran Mbah Demang merupakan agenda budaya yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat Banyuraden.
“Tradisi ini menjadi sarana pelestarian warisan budaya leluhur, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan sosial antarwarga serta memperkuat identitas budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ucapnya.
Dalam diskusi dilakukan pembahasan mengenai berbagai aspek teknis pelaksanaan kirab, diantaranya tata tertib peserta dari masing-masing padukuhan, pengaturan rute dan rekayasa lalu lintas, potensi kerawanan yang mungkin terjadi, pembagian tugas pengamanan yang melibatkan Polsek Gamping, Koramil 17/Gamping, Satlinmas, Jagawarga, hingga kesiapan tim medis dan jalur evakuasi darurat.
Berdasarkan hasil koordinasi, kegiatan kirab akan melibatkan 19 kontingen yang terdiri dari bregada keprajuritan, andong VIP dan gunungan, kelompok kesenian daerah, serta peserta ogoh-ogoh yang akan turut memeriahkan rangkaian Tradisi Suran Mbah Demang Tahun 2026.
Lebih lanjut, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan selama pelaksanaan kirab. Menurutnya, kesadaran bersama dalam menjaga kenyamanan kegiatan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun para tamu yang hadir menyaksikan tradisi budaya tersebut.
“Kegiatan budaya yang melibatkan banyak peserta dan masyarakat memerlukan perencanaan yang matang, terutama terkait pengaturan arus peserta, rekayasa lalu lintas, titik pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, kesamaan persepsi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan kegiatan,” terangnya.
Ke depan, Kirab Tradisi Budaya Suran Mbah Demang diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi wisata budaya di wilayah Banyuraden. Keberadaan tradisi yang tetap lestari dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar daerah untuk mengenal kekayaan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Sleman.
Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, Kirab Tradisi Budaya Suran Mbah Demang diharapkan menjadi sarana memperkuat identitas budaya lokal, mempererat persaudaraan warga, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)