Banyuraden Jadi Rujukan Pengelolaan Desa bagi Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora
- Dec 08, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Berita Pemerintahan
Sleman – Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping menjadi rujukan penting bagi pemerintah desa se-Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora dalam kegiatan studi tiru pengelolaan administrasi dan pembangunan desa yang berlangsung pada Senin (8/12/2025). Kegiatan ini diikuti para kepala desa, perangkat desa, serta pendamping desa di wilayah Kecamatan Ngawen yang ingin memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan di wilayahnya masing-masing.
Rombongan yang terdiri dari perwakilan 27 desa tersebut, disambut oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, dan Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri di Gedung Muhammadiyah Banyuraden.
Dalam sambutannya, Lurah Banyuraden menyambut baik silaturahmi antar pemerintah desa ini karena adanya sharing pengelolaan pemerintahan desa dapat mendorong terciptanya inovasi yang relevan dengan kebutuhan warga.
Menurutnya, ketika perangkat desa melihat langsung bagaimana desa lain menerapkan program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, maupun penataan kelembagaan, maka peserta studi tiru dapat menyesuaikan dan mengembangkan inovasi tersebut sesuai kondisi lokal masing-masing.
“Melalui sharing praktik baik, desa-desa dapat saling belajar mengenai sistem administrasi yang lebih tertata, penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik, hingga mekanisme transparansi yang efektif,” ujar Sudarisman.
Lebih lanjut, pemaparan materi pengelolaan administrasi dan pembangunan Kalurahan Banyuraden dilakukan Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama dihadapan peserta. Ia menjelaskan visi pemerintah Kalurahan Banyuraden sebagai kalurahan yang mandiri, berbudaya, dan memiliki tata kelola pemerintahan terbaik di Kabupaten Sleman.
Visi tersebut memberikan pedoman bagi seluruh perangkat Kalurahan Banyuraden dalam menyusun program kerja, mengambil keputusan, dan mengelola sumber daya secara efektif.
“Dengan landasan visi yang kuat, kami dapat memastikan bahwa setiap langkah pembangunan selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berorientasi pada kemajuan jangka panjang,” jelasnya.
Hendy menambahkan, kemandirian menjadi elemen utama dari visi tersebut, karena menunjukkan tekad Banyuraden untuk mengembangkan potensi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui kemandirian, pihaknya tidak hanya mengandalkan bantuan eksternal, namun mampu menghadirkan inovasi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Hj. Luluk Nasruatin mengungkapkan dalam kegiatan studi tiru ini, pihaknya dapat memperoleh wawasan dan praktik baik yang dapat diterapkan sesuai karakter dan kebutuhan desa-desa di Kecamatan Ngawen, khususnya dalam pengelolaan pelayanan publik, sistem administrasi, digitalisasi, serta model pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Hj. Luluk juga menyoroti tentang efisiensi waktu untuk mendukung proses perencanaan dan pembangunan desa agar berjalan lebih terarah.
“Ketika waktu kerja dimanfaatkan dengan baik, perangkat desa dapat fokus pada penyusunan program, evaluasi kegiatan, dan koordinasi lintas bidang secara lebih optimal,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)