Cetak Generasi Qurani, 300 Santri Bersaing dalam FASI XIII Kapanewon Gamping

  • Jul 05, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman — Ratusan santri dari berbagai wilayah di Kapanewon Gamping saling unjuk kebolehan dalam menguji kelancaran membaca Al-Qur’an dan kreativitas seni Islami. Badan Koordinasi (Badko) Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rayon Kapanewon Gamping menggelar Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII di Gedung SMP Negeri 4 Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (5/7/2026).

Selain menjadi wadah pembinaan mental bagi santri, agenda akbar ini sekaligus berfungsi sebagai ajang seleksi ketat untuk menentukan duta santri terbaik. Para pemenang nantinya akan diproyeksikan masuk ke dalam kontingen resmi yang mewakili Kapanewon Gamping pada ajang FASI tingkat Kabupaten Sleman.

Tercatat sebanyak 300 peserta yang berasal dari 28 unit TPA se-Kapanewon Gamping ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka bersaing dalam 22 cabang perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang usia santri, mulai dari tilawah Al-Qur’an, tartil, tahfidz, adzan, praktik salat, mewarnai Islami, hingga seni kaligrafi.

Ketua Badko TKA-TPA Rayon Kapanewon Gamping, Sargino, menegaskan bahwa FASI bukan sekadar panggung untuk berburu piala. Agenda berjenjang ini merupakan bagian dari cetak biru pembinaan generasi Qurani secara berkelanjutan guna mengukur efektivitas kurikulum pembelajaran mengaji di tingkat akar rumput.

“Festival Anak Sholeh Indonesia merupakan wadah untuk menumbuhkan semangat belajar, melatih keberanian tampil di depan umum, sekaligus membangun karakter anak-anak agar mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi memang penting, tetapi yang lebih utama adalah proses pembinaan yang berkesinambungan,” ujar Sargino di sela-sela peninjauan lomba.

Guna menjaga kualitas kompetisi, Sargino menambahkan bahwa proses penjurian dilakukan secara profesional oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Langkah objektif ini penting agar delegasi yang terpilih ke tingkat kabupaten benar-benar memiliki kapasitas mental dan teknis yang mumpuni.

Pandangan senada diutarakan oleh Ketua Panitia FASI XIII Kapanewon Gamping, Luqman Johannudin. Dirinya berharap keterlibatan ratusan santri ini mampu mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi para guru mengaji dalam mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif.

“Lewat kegiatan ini, semoga terjalin silaturahmi dan sinergi antarlembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kapanewon Gamping. Para ustaz, ustazah, orang tua, serta pengurus TKA dan TPA dapat saling berbagi pengalaman dalam membina santri sehingga tercipta semangat bersama untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an yang inovatif dan menyenangkan,” kata Luqman Johannudin menerangkan.

Apresiasi tinggi juga datang dari jajaran birokrasi setempat. Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Ummul Chusnah, memuji konsistensi para pendidik keagamaan yang terus konsisten membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini melalui jalur syiar Islam. Ia berpesan agar nilai-nilai kejujuran dan sportivitas selama perlombaan tetap dijaga sebagai fondasi utama pembentukan akhlak santri (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping).