Kepengurusan Baru PCNU Sleman, Elemen Penting Perkuat Pembangunan Daerah Yang Inklusif

  • Jul 05, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman — Konferensi Cabang (Konfercab) XV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman secara resmi menetapkan Dr. KH. Ahmad Fatah sebagai Rais Syuriah dan Dr. H. Ariyanto Nugroho sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sleman untuk masa khidmat 2026 – 2031. Forum yang digelar di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (5/7/2026) tersebut merupakan permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang yang menjadi wadah pengambilan keputusan strategis, mulai dari proses regenerasi kepemimpinan hingga penyusunan arah kebijakan organisasi sebagai pedoman pelaksanaan khidmat selama satu periode mendatang.

Menurut Ketua Panitia Konfercab XV PCNU Sleman, Mansoji, Konferensi kali ini mengangkat tema “Mengukuhkan Khidmat Jam’iyah, Menguatkan Organisasi, Membangun Kemandirian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman”.  Tema tersebut merefleksikan tekad kuat PCNU Kabupaten Sleman untuk memperkuat khidmat organisasi, memperkokoh tata kelola kelembagaan, serta mendorong terwujudnya kemandirian warga Nahdlatul Ulama melalui penguatan sektor ekonomi, sosial, pendidikan, dan berbagai bidang strategis lainnya sebagai fondasi pembangunan organisasi yang berkelanjutan.

Selain diikuti jajaran pengurus cabang, forum ini juga dihadiri Bupati Sleman, Harda Kiswaya beserta unsur Forkopimda Kabupaten Sleman, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta, para kiai, tokoh masyarakat, serta ratusan kader Nahdlatul Ulama yang berasal dari seluruh utusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Sleman yang bersama-sama bermusyawarah menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

Terpilihnya Dr. KH. Ahmad Fatah sebagai Rais Syuriah dan Dr. H. Ariyanto Nugroho sebagai Ketua Tanfidziyah menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru di tubuh PCNU Kabupaten Sleman. Kepemimpinan keduanya diharapkan mampu memperkuat sinergi antara fungsi keulamaan dan kepengurusan organisasi, sehingga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sleman semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai landasan perjuangan.

Dalam sambutannya usai penetapan, Dr. H. Ariyanto Nugroho menyampaikan bahwa amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab besar yang hanya dapat dijalankan melalui kerja sama seluruh elemen Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kepengurusan baru akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan dengan baik sekaligus menghadirkan inovasi dalam bidang kaderisasi, pelayanan umat, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan transformasi digital organisasi.

“Konfercab bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi menjadi momentum menyatukan gagasan, memperkuat ukhuwah, serta menyusun langkah-langkah strategis agar Nahdlatul Ulama semakin mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Kepengurusan yang baru harus menjadi pelayan umat sekaligus penggerak kemajuan organisasi,” tandasnya.

Sementara itu, Harda Kiswaya selaku Bupati Sleman yang menyaksikan jalannya konferensi memandang sinergi dengan kepengurusan baru Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman sebagai elemen penting dalam memperkuat pembangunan daerah yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. “Sebagai organisasi keagamaan dengan basis massa yang luas, NU memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas pendidikan, memberdayakan ekonomi umat, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Dr. KH. Ahmad Fatah sebagai Rais Syuriah dan Dr. H. Ariyanto Nugroho sebagai Ketua Tanfidziyah, PCNU Kabupaten Sleman diharapkan mampu mengakselerasi penguatan kaderisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, mengembangkan dakwah Islam yang moderat dan rahmatan lil 'alamin, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah sekaligus memperkokoh eksistensi Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang senantiasa hadir untuk kemaslahatan umat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)