Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemdes Karangtalun Tulungagung Adopsi Digitalisasi Tata Kelola Kalurahan Banyuraden Sleman
- Jul 04, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Berita Pemerintahan
Sleman — Pemerintah Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, melakukan langkah strategis guna mengupgrade kapasitas aparatur dan efisiensi birokrasi. Jajaran pamong desa tersebut melaksanakan studi tiru ke Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (4/7/2026). Kunjungan ini berfokus pada adopsi praktik baik terkait tata kelola pemerintahan yang transparan berbasis ekosistem digital.
Rombongan dari Jawa Timur yang berkekuatan 14 peserta dan dipimpin oleh Kepala Desa Karangtalun, Agus Wijayanto, disambut langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman. Agenda dilanjutkan dengan forum diskusi interaktif yang membedah berbagai klaster inovasi, meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam administrasi, pengelolaan keuangan desa digital, hingga manajemen pelayanan publik yang responsif.
Lurah Banyuraden, Sudarisman, menegaskan bahwa forum studi tiru antardaerah seperti ini menjadi instrumen penting untuk saling menguji relevansi program kerja. Melalui pertukaran wawasan ini, setiap desa diharapkan tidak perlu memulai inovasi dari nol, melainkan bisa mereplikasi sistem yang sudah teruji di wilayah lain.
“Lewat studi tiru seperti ini, kita tidak hanya saling berkunjung, namun juga saling berbagi pengalaman, inovasi, dan solusi atas berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan desa. Harapannya, praktik-praktik baik yang telah berhasil diterapkan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing desa,” ujar Sudarisman saat memberikan sambutan penerimaan.
Dalam sesi pemaparan teknis, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, menjabarkan bahwa indikator utama keberhasilan pemdes terletak pada kepuasan masyarakat terhadap mutu layanan harian. Banyuraden sendiri mengakalinya dengan menyempurnaan prosedur birokrasi dan melatih aparatur agar menguasai perangkat digital guna memangkas durasi pengurusan berkas warga.
Selain memodernisasi pelayanan administrasi, rombongan Pemdes Karangtalun juga mempelajari sistem akuntansi linier berbasis aplikasi digital yang diterapkan di Banyuraden. Digitalisasi anggaran ini dinilai ampuh dalam mempercepat proses pelaporan berkala, mempermudah fungsi pengawasan, sekaligus menutup celah potensi penyimpangan dana desa.
Hendy Indra Utama menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan di tingkat lokal wajib menyertakan peran aktif dari kelompok pemuda dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sinergi tersebut menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak daya saing daerah.
“Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam mengembangkan potensi ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sebagai modal utama untuk meningkatkan daya saing desa dan kesejahteraan masyarakat,” kata Hendy Indra Utama menjelaskan.
Merespons paparan tersebut, Kepala Desa Karangtalun, Agus Wijayanto, mengaku mendapatkan banyak referensi konkret yang siap diimplementasikan di wilayahnya. Dirinya menilai model tata kelola keuangan dan keterbukaan informasi yang berjalan di Sleman sangat relevan untuk diadopsi demi mempercepat kemandirian Desa Karangtalun.
“Pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan maupun program kerja yang disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi Desa Karangtalun,” tutur Agus Wijayanto mengakhiri dialog. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)