GP Ansor Sleman Dorong Profesionalisme Banser Melalui Peningkatan Kapasitas
- Jan 19, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Pemuda, Pendidikan
Sleman – Sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat peran strategis Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di tengah masyarakat, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman menggelar kegiatan peningkatan kapasitas mengenai pelayanan kemanusiaan dan ketertiban publik bagi anggota Banser yang berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Daerah RI Perwakilan Yogyakarta, Senin (19/1/2025).
Pelatihan tersebut diikuti puluhan anggota Banser yang tergabung dalam Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas) dan Banser Tanggap Bencana (Bagana) dari Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna Kabupaten Sleman. Mereka menerima materi yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi personel dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan kemanusiaan, pengamanan kegiatan masyarakat, serta penguatan kedisiplinan dalam menjaga ketertiban publik.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Dr. KH. Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi anggota Barisan Ansor Serbaguna.
“Kegiatan ini mencerminkan keseriusan Ansor dalam menyiapkan kader yang profesional, berkarakter, dan siap mengabdi untuk kepentingan masyarakat luas,” tandasnya.
Gus Hilmy menegaskan bahwa Banser memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam pelayanan kemanusiaan dan penjagaan ketertiban publik. Menurutnya, Banser tidak hanya hadir dalam konteks organisasi, namun juga menjadi representasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Hal senada dikatakan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro bahwa Banser merupakan garda terdepan organisasi yang kerap bersentuhan langsung dengan dinamika sosial di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggota Banser menjadi kebutuhan mutlak agar setiap tugas dapat dijalankan secara humanis, terukur, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut Banser tidak hanya memiliki kesiapsiagaan fisik, tetapi juga kecakapan komunikasi, pemahaman kemanusiaan, serta kemampuan membaca situasi di tengah masyarakat.
“Hal ini penting agar kehadiran Banser benar-benar dirasakan sebagai solusi, bukan sumber persoalan baru,” ucapnya.
Sementara itu, materi pelayanan kemanusiaan yang disampaikan oleh Tim Tagana kabupaten Sleman difokuskan pada penguatan nilai-nilai kepedulian sosial, respons kebencanaan, serta pendampingan masyarakat dalam situasi darurat. Anggota Banser dibekali pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang menjunjung tinggi keselamatan, martabat, dan hak setiap warga.
Sedangkan pada aspek ketertiban publik, peserta mendapatkan pembekalan dari Anton Bintaro selaku Kepala Satuan Khusus Balantas Nasional terkait peran Banser dalam mendukung terciptanya situasi aman dan kondusif, khususnya pada kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan. Penekanan diberikan pada pentingnya bertindak sesuai prosedur serta menjalin koordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan setempat.
Melalui kegiatan ini, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas kader, khususnya Banser, sebagai wujud nyata kontribusi organisasi dalam pelayanan kemanusiaan dan penjagaan ketertiban publik di tengah masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)