Halaqoh #4 GP Ansor Sleman, Strategi Menyiapkan Kader Tangguh Masa Depan
- Jan 25, 2026
- Adnan Nurtjahjo
- Keagamaan
Sleman – Halaqoh #4 sebagai sarana peningkatan kapasitas kader digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman demi meneguhkan fondasi keilmuan sekaligus memperkuat konsolidasi kader Ansor di masa depan.
Kegiatan yang mengusung semangat penguatan keilmuan dan konsolidasi organisasi bagi pimpinan anak cabang di 17 kapanewon ini berlangsung di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Sleman, Pangukan, Sleman, Minggu malam (25/1/2026).
Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan sesepuh Ansor, di antaranya Dr. H. Ariyanto Nugroho (Ketua Dewan Penasihat GP Ansor Sleman), R. Yuwan Sikro (Ketua Penasihat Tim Instruktur Cabang GP Ansor Sleman), serta H. Syaifuddin (Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor).
Adapun peserta halaqoh terdiri dari jajaran pengurus harian dan pengurus bidang pimpinan cabang, ketua pimpinan anak cabang, serta kader muda Ansor dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Mereka mengikuti acara diskusi keilmuan secara dialogis yang menekankan pentingnya proses kaderisasi berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, H. M. Najib Yuliantoro dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun kultur ber-Ansor yang dilandasi cinta, keceriaan, dan kedalaman ilmu. Selain itu, halaqoh bukan sekadar forum kajian rutin, melainkan ruang strategis untuk memperkuat nalar keilmuan, ideologi, dan militansi kader.
“Mari ber-Ansor dengan penuh cinta, riang gembira, dan ilmu yang cukup sebagai bekal aksi nyata Ansor. Halaqah ini untuk meningkatkan kualitas keilmuan kita sebagai kader penggerak Ansor, agar setiap pergerakan kita tidak mudah digoyahkan oleh agenda-agenda di luar Ansor,” tegasnya.
Halaqoh #4 menjadi ruang strategis bagi kader Ansor untuk memperkuat pemahaman ideologis, organisatoris, sekaligus spiritual. Ismanto selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Akreditasi GP Ansor Sleman menyampaikan materi konsolidasi dan koordinasi program organisasi untuk menyelaraskan gerak antar bidang serta disiplin struktural dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, Ansor membutuhkan kader yang tidak hanya aktif secara struktural, namun juga matang secara intelektual dan spiritual.
Lebih lanjut, untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan, halaqoh #4 diisi dengan Khataman Kitab Hujjab Ahlus Sunnah wal Jamaah yang dipimpin oleh Gus Hadanallah selaku Penasihat Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Sleman.
“Khataman ini menjadi peneguhan komitmen ideologis Ansor dalam menjaga nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagai pijakan utama perjuangan,” tandas Gus Hadanallah.
Melalui Halaqah #4 ini, PC GP Ansor Sleman berharap lahir kader-kader penggerak yang berilmu, solid secara organisatoris, matang secara ideologis, dan siap menggerakkan Ansor dengan penuh cinta serta tanggung jawab sosial. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)