Inovasi Pembangunan Dukung Percepatan Ekonomi
- Dec 21, 2017
- Adnan Nurtjahjo
- Berita Pemerintahan
Gamping – Kamis (21/12) pukul 13.00 WIB, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Gamping menggelar Musyawarah Antar Desa Laporan Pertanggungjawaban (MAD LPJ) Tahun Anggaran 2017 di Kantor Desa Ambarketawang, Gamping.
Musyawarah dihadiri oleh Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kasi Ekobang Heri Subagio, Kasi Pemerintahan Budi Supriyanto, perwakilan 5 desa se-Kecamatan Gamping dari unsur LPMD, BPD, PKK dan Karang Taruna.
Perlu diketahui bahwa Program Inovasi Desa (PID) mendorong optimalisasi pembangunan desa melalui Dana Desa (DD) dari Kementerian Desa PDTT. Program ini lahir karena banyak desa dianggap belum memiliki kapasitas sumberdaya manusia (SDM) terutama kapasitas aparatur desa dan masih lemah dalam kemampuan tata kelola desa.
Program yang bakal menerjunkan tenaga pendamping ini bermaksud membantu aparat dan warga desa untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan desa. PID mendorong peningkatan kapasitas produksi warga pedesaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan penguatan kewirausahaan yang diprakarsai Badan Usaha Milik Desa (BUMD) serta menemukan formulasi produk unggulan dan berbagai peningkatan ekonomi desa lainnya.
Hal yang paling mendasar adalah pendampingan PID akan menawarkan berbagai inovasi atau kebaruan dalam praktik pembangunan dan mendorong penguasaan pengetahuan pada warga desa untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. Serta diharapkan bisa mendorong ekonomi lokal melalui penguasaan teknologi dan berbagai pendekatan modern untuk mempercepat pembangunan desa mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam MAD disampaikan juga inovasi di 5 desa yang ada di wilayah Kecamatan Gamping, antara lain Desa Balecatur berinovasi dalam bidang pelayanan umum yang lebih cepat, Desa Banyuraden melakukan inovasi dalam bidang pengelolaan sampah, Desa Ambarketawang dan Desa Nogotirto berinovasi di bidang pemanfaatan pekarangan untuk menaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot) yang akan dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani “ANABA”, serta Desa Trihanggo berinovasi di bidang Perusahaan Air Minum Desa yang dikelola oleh BUMDes. (Adnan Nurtjahjo)