Ishari NU Sleman Hidupkan Tradisi Seni Islami Lewat Festival Hadroh
- Dec 02, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Keagamaan
Sleman – Lantunan shalawat nabi berpadu dengan dentuman rebana menggema di Pondok Pesantren Al-Falahiyyah, Mlangi, Sleman, Selasa (2/12/2025) sore. Ratusan peserta dari berbagai kelompok hadroh se-Kabupaten Sleman memadati halaman pesantren yang menjadi arena festival, menandai dibukanya festival hadroh yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sleman.
Belasan grup hadroh dari 12 kapanewon di Kabupaten Sleman hadir dengan seragam kebesaran masing-masing. Mereka mengikuti festival hadroh sebagai wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus menjalin silaturahmi dengan sesama pecinta seni hadrah, serta upaya untuk melestarikan tradisi seni Islami yang telah mengakar kuat di bumi Nusantara.
Kompetisi diikuti oleh grup hadroh Muslimat Gamping, Ikhwatus Sholihah Depok, Rijalul Musthofa Ngaglik, Hidayatul Muttaqien Tempel, Al-Mukhtar Seyegan, Asy-syafi’iyah Turi, Dewi Masyithoh Kalasan, Pesona Hadroh Rijalul Ansor Gamping, Al-Qodir Cangkringan, Daarul Hidayah Sleman, Zidan Al Barkah Godean, serta Ashwatul Qolbi Minggir.
Ketua Panitia Festival Hadroh Ishari NU Kabupaten Sleman, Ahmad Nurcahya dalam sambutannya menegaskan bahwa festival dilaksanakan dalam rangka Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-52 dan Haul Al-Maghfurlah KH. R. Zamruddin ke-29 dan Haul K. Misbahus Sudur ke-3 Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Mlangi sebagai wujud nyata komitmen organisasi dalam menjaga warisan budaya Islam Nusantara.
“Festival hadroh bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ikhtiar kolektif untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap seni hadrah. Di tengah derasnya arus globalisasi, kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal, namun juga menyintai dan meneruskan tradisi ini kepada generasi mendatang,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Menurut Nurcahya, pemilihan lokasi di kawasan Mlangi yang dihuni oleh puluhan pondok pesantren ini memiliki akar historis yang kuat dalam perkembangan Islam di Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Keberadaan komunitas santri yang masih menjaga tradisi menjadikannya representasi ideal bagi ajang pelestarian seni Islami, sekaligus meneguhkan peran pesantren sebagai benteng kebudayaan Islam Nusantara yang harus terus dijaga.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Mlangi sekaligus Steering Committee, KH. Fahmi Basya menyampaikan kebanggaan mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya untuk menjadi tuan rumah festival bergengsi ini.
“Pesantren dan hadrah memiliki ikatan yang sangat erat, keduanya adalah bagian tak terpisahkan dari tradisi keislaman Nusantara. Mlangi sebagai kampung santri merasa terhormat dapat menjadi saksi sekaligus bagian dari upaya pelestarian seni hadrah yang penuh berkah ini,” ucapnya dengan penuh haru.
KH. Fahmi sangat bangga kepada anak-anak muda yang aktif dalam kegiatan hadrah karena memiliki akhlak yang lebih terjaga, memiliki lingkungan pergaulan yang positif serta wadah untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam kecintaan kepada agama. Inilah nilai-nilai yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Keberadaan seni hadrah bukan untuk menolak perkembangan zaman, melainkan untuk memberikan alternatif yang lebih bermakna. Selain menghibur tetapi juga mendidik demi mendekatkan diri kepada sang Pencipta,” tandasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)