Kenduri Midodareni Pengantin Bekakak Bentuk Penghormatan Sejarah Ambarketawang
- Aug 22, 2024
- Aryo Tejo
- Seni Budaya
Sleman – Masyarakat Kalurahan Ambarketawang menjalani upacara midodareni atau malam menjelang perkawinan yang dimaknai para bidadari turun dari surga untuk memberi restu pada sepasang boneka pengantin bekakak. Prosesi ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kamis malam (22/8/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana yang didampingi Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Sandro Dwi Rahardian, Wakil Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, serta Lurah Ambarketawang, Sumaryanto.
Lurah Ambarketawang, Sumaryanto dalam keterangannya menuturkan bahwa dalam konteks pengantin saparan bekakak, kenduri memiliki nilai simbolis yang lebih dalam. Sebab, tradisi ini erat kaitannya dengan penghormatan terhadap sejarah dan budaya masyarakat Ambarketawang.
“Terutama menyangkut dengan Raja Mataram yang pernah memerintah wilayahnya. Sehingga, dengan melaksanakan kenduri maka secara tidak langsung masyarakat turut memperkuat identitas budaya Ambarketawang serta menjaga warisan leluhur yang sudah ada sejak zaman dahulu,” kata Sumaryanto.
“Kenduri dalam malam midodareni sebagai sarana untuk mengirimkan doa-doa baik kepada arwah leluhur, lantaran masyarakat Jawa percaya bahwa leluhur memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan hidup generasi penerus,” tambahnya.
Sementara itu Panewu Gamping,Tamzis Sarwana berharap agar tradisi saparan bekakak yang telah menjadi warisan budaya tak benda ini tetap dilestarikan dan terus menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Ambarketawang. Sehingga nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan para leluhur dapat terus hidup dan dilanjutkan kepada generasi berikutnya.
“Semoga Saparan Bekakak dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari kebanggaan budaya lokal Ambarketawang. Tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi warisan budaya yang diakui secara lebih luas,”pungkasnya.
(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)