Komunitas Kekandhangan Banyuraden Berikan Sosialisasi Penanganan Ular

  • Jul 31, 2024
  • Aryo Tejo
  • Pendidikan, Komunitas

Sleman – Demi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui cara menangani ular dengan benar saat ular masuk ke lingkungan permukiman atau area yang sering dijangkau manusia, maka mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Relawan Kekandhangan Banyuraden memberikan sosialisasi mengenai penanganan ular yang dilaksanakan di Pendopo RW Dusun Nglegok, Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Rabu (31/07/2024).

Latihan penanganan ular yang dihadiri Dukuh Nglegok, Asnanto tersebut diikuti sebanyak 49 orang warga dusun Nglegok yang mayoritas ibu rumah tangga.  Narasumber pada kegiatan itu ialah Febrianto Yudi Susilo selaku Koordinator Unit Pengurangan Risiko Konflik Manusia dan Hewan Komunitas Kekandhangan Banyuraden.

Pada kesempatan itu, ia memaparkan materi mengenai identifikasi ular, tindakan yang harus dilakukan saat bertemu ular, upaya antisipasi jika ular masuk ke dalam rumah, serta tindakan pertama terhadap gigitan ular.

Febrianto menambahkan, melalui pendidikan dan informasi yang tepat maka masyarakat dapat belajar untuk membedakan antara ular yang berbisa dan yang tidak berbisa sehingga sangat membantu dalam mengurangi kepanikan warga saat bertemu ular. Kegiatan ini sekaligus mengkampanyekan perlindungan terhadap spesies ular yang penting bagi ekosistem.

“Setelah mengikuti sosialisasi secara lengkap, masyarakat dapat memahami jenis-jenis ular yang berbahaya dan cara aman untuk mengusir maupun menangkap ular tanpa harus membahayakan keselamatan diri sendiri,” tegas pria yang akrab disapa Braso.

Usai menerima teori, peserta kegiatan diberi kesempatan melakukan praktik atau simulasi jika bertemu ular guna memastikan warga benar-benar siap dalam situasi nyata melakukan penanganan terhadap ular secara aman, termasuk mengurangi risiko cedera akibat gigitan ular dan memberikan perlindungan yang tepat terhadap ular itu sendiri.

Sementara itu, Dukuh Nglegok , Asnanto mengungkapkan latar belakang pelaksanaan kegiatan ini karena adanya warga Dusun Gading, Kalurahan Giritirto yang berusia 9 tahun menghembuskan nafasnya setelah digigit ular berbisa jenis Weling yang masuk di tempat tidurnya.

Diharapankan, paska sosialisasi ini dapat terbangun hubungan yang lebih baik antara warga dengan pihak berwenang, untuk mengantisipasi apabila terjadi situasi darurat. Warga harus mengetahui menghubungi siapa dan prosedur apa yang harus diikuti untuk melakukan tindakan yang cepat dan efektif.

“Semoga sosialisasi ini menjadikan warga dapat lebih tenang dan bijaksana dalam menangani ular sehingga mengurangi risiko gigitan ular yang bisa membahayakan keselamatan manusia. Tolong hasil sosialisasi dapat disebarkan dari satu warga ke warga lainnya, sehingga seluruh komunitas bisa lebih siap dan waspada,” harapnya.

(Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).