Mahasiswa Magister Kepemimpinan UGM Pelajari Inovasi Kebijakan Pemkal Banyuraden

  • Dec 10, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Pendidikan

Sleman – Kuliah lapangan menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas kepemimpinan strategis dan inovatif bagi 21 mahasiswa pascasarjana Program Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Hal tersebut tercermin dalam kegiatan kuliah lapangan yang dilaksanakan di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (10/12/2025).

Menurut Dosen Pendamping, Prof. Muhajir Darwin dan Dr. Kuncoro Cahyo Aji, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kontekstual kepada mahasiswa mengenai praktik kepemimpinan dan inovasi kebijakan di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. 

"Kalurahan Banyuraden dipilih sebagai lokasi karena dinilai memiliki sejumlah praktik tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik yang relevan sebagai studi lapangan," ujarnya.

Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kepemimpinan strategis di ruang kelas, tetapi juga mengamati langsung dinamika kepemimpinan aparatur kalurahan dalam merespons kebutuhan masyarakat, mengelola potensi lokal, serta menyelesaikan persoalan pembangunan berbasis partisipasi warga.

“Pengalaman lapangan seperti ini sangat penting dalam membentuk calon pemimpin dan perumus kebijakan yang tidak hanya unggul secara konseptual, namun juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan inovatif dalam konteks nyata pemerintahan,” tandas Prof. Muhajir.

Sementara itu, Lurah Banyuraden, Sudarisman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UGM yang menjadikan Banyuraden sebagai lokasi pembelajaran lapangan. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kalurahan menjadi ruang strategis untuk saling bertukar gagasan, memperkuat inovasi kebijakan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai tata kelola pemerintahan kalurahan, pengembangan inovasi digital, pengelolaan partisipasi masyarakat, hingga strategi kepemimpinan dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan berkelanjutan yang diberikan oleh Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan perangkat kalurahan, perwakilan lembaga kemasyarakatan, dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Yang tak kalah penting, kuliah lapangan ini juga menjadi sarana refleksi kritis bagi mahasiswa untuk mengkaji tantangan implementasi kebijakan di tingkat lokal, termasuk keterbatasan sumber daya, kompleksitas regulasi, serta pentingnya kepemimpinan adaptif dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi.

Selain memperkaya wawasan akademik mahasiswa, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi Kalurahan Banyuraden melalui rekomendasi kebijakan dan gagasan inovatif yang dihasilkan dari proses pembelajaran lapangan.

Dengan terselenggaranya kuliah lapangan ini, Program Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan yang strategis, inovatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, melalui pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik di lapangan.

Harapannya, melalui program ini terjadi perubahan paradigma dan pendekatan dalam praktik kepemimpinan dan kebijakan sehingga pelaksanaan kepemimpinan serta formulasi dan implementasi kebijakan mengarah pada terciptanya inovasi kebijakan guna merespon masalah ekonomi, soosial dan politik semakin kompleks. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)