Pasbuja Kawi Merapi Akhiri Program Sastrawan Masuk Sekolah, Siap Lanjutkan Inovasi Literasi Sastra Jawa

  • Dec 14, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Seni Budaya

Sleman — Program Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) dengan tema “Mengukir Imajinasi, Merangkai Kata” yang diinisiasi Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman resmi ditutup pada Minggu (14/12/2025). Penutupan kegiatan tersebut dilaksanakan di Joglo Resto Puri Mataram Sleman dan dipimpin langsung oleh Ketua Pasbuja Kawi Merapi, Sutopo Sugihartono.

Dalam sambutannya, Sutopo menyampaikan bahwa program SMS yang terbagi menjadi tiga koordinator—Erlina (Tim Timur), Eti Daniastuti (Tim Tengah), dan Achyadi (Tim Barat)—merupakan ikhtiar strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap sastra dan budaya Jawa kepada generasi muda sejak dini.

“Melalui interaksi langsung antara sastrawan dan pelajar, diharapkan terjadi transfer nilai, pengetahuan, serta semangat pelestarian budaya lokal,” ucapnya.

Menurut Sutopo, sastra tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi seni, namun juga sarana pembentukan karakter. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sastra Jawa, seperti unggah-ungguh, tepa salira, dan kebijaksanaan hidup, dinilai relevan untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Program SMS selama pelaksanaannya dari tanggal 3 hingga 28 November 2025 telah menjangkau 18 SD dan 7 SMP di Kabupaten Sleman. Sebanyak 25 sastrawan yang tergabung dalam Pasbuja Kawi Merapi terlibat aktif memberikan materi, diskusi sastra, pembacaan karya, hingga pendampingan kreatif kepada para siswa.

Sutopo menegaskan bahwa antusiasme pihak sekolah dan peserta didik menjadi indikator keberhasilan program tersebut. Banyak siswa yang mulai berani menulis geguritan, cerita cekak, hingga mengekspresikan gagasan mereka menggunakan bahasa dan sastra Jawa dengan lebih percaya diri.

Penutupan secara resmi ditandai dengan penyerahan buku laporan kegiatan oleh Eti Daniastuti selaku Koordinator program SMS kepada Ketua Pasbuja Kawi Merapi Sleman, Sutopo Sugihartono, disaksikan puluhan relawan.

Sutopo menyebut Pasbuja Kawi Merapi berkomitmen untuk melakukan pengembangan sastra Jawa di kalangan pelajar lewat program-program serupa dengan konsep yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi serta refleksi bersama sebagai bentuk evaluasi dan penguatan komitmen dalam melestarikan sastra dan budaya Jawa di Kabupaten Sleman. Ke depan, Pasbuja Kawi Merapi berencana memperluas jangkauan kegiatan pembelajaran sastra Jawa agar mampu menjangkau lebih banyak generasi muda sekaligus menjaga eksistensi sastra tradisi di era modern. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)