Rois Syuriah MWCNU Gamping: Pentingnya Peran NU Dalam Bidang Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan

  • Mar 05, 2026
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman — Kegiatan safari tarawih yang digelar oleh jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gamping berlangsung khidmat di Masjid Ali Siradj, Nogotirto, Gamping, Sleman, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriah MWCNU Gamping, KH. Ahmad Mabarun, menyampaikan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap organisasi Nahdlatul Ulama sebagai lembaga keagamaan sekaligus lembaga sosial kemasyarakatan yang telah lama berkontribusi bagi kehidupan umat.

Dalam sambutannya, KH. Mabarun menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi keagamaan, namun juga sebagai gerakan sosial yang hadir untuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai Nahdlatul Ulama penting agar masyarakat dapat melihat peran organisasi tersebut secara utuh dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan harmonis.

Ia menuturkan bahwa sejak didirikan oleh para ulama pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama memiliki komitmen kuat dalam menjaga tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus mengembangkan berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari pengabdiannya kepada bangsa.

Lebih lanjut, KH. Mabarun menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama selalu menempatkan nilai kebersamaan dan kemaslahatan umat sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenalnya sebagai organisasi, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diperjuangkan, seperti toleransi, gotong royong, dan moderasi beragama.

Menurutnya, keberadaan struktur organisasi Nahdlatul Ulama mulai dari tingkat pusat hingga ranting di desa-desa merupakan bentuk ikhtiar untuk mendekatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “Melalui jaringan tersebut, berbagai kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, serta kegiatan sosial dapat berjalan secara berkelanjutan,” terangnya.

Disebutkan bahwa program kerja MWCNU Gamping yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan antara lain pengadaan layanan mobil ambulans gratis, pentasyarufan anak yatim, serta pemberian beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin yang dananya bersumber dari kotak infaq Nahdlatul Ulama (KOIN-NU) yang terkumpul setiap bulannya.

Sedangkan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh MWCNU Gamping antara lain Lailatul Ijtima, Sema’an Al-Qur’an, Bahtsul Masail, Mujahadah, dan pengajian rutin berkaitan dengan kitab Nashaihul Ibad setiap malam kamis. 

KH. Mabarun mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama di tingkat lokal. Partisipasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program-program yang dijalankan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Safari tarawih yang dilaksanakan oleh MWCNU Gamping sendiri merupakan agenda rutin selama bulan Ramadan yang bertujuan mempererat hubungan antara ulama dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah sekaligus media silaturahmi antarwarga di berbagai wilayah di Kapanewon Gamping.

“Kami harap masyarakat semakin memahami peran strategis Nahdlatul Ulama dalam menjaga kehidupan beragama yang damai, inklusif, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Mari terus merawat tradisi kebersamaan yang telah diwariskan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama,” pungkas KH. Mabarun. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)