Sarasehan FKDM Upaya Strategis Tingkatkan Kepekaan Sosial dan Stabilitas Keamanan
- Nov 18, 2025
- Adnan Nurtjahjo
- Berita Pemerintahan
Sleman – Untuk memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya deteksi dini dan cegah dini potensi konflik sosial, maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar sarasehan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Kegiatan yang mengusung tema ‘Meningkatkan Peran Masyarakat Dalam Upaya Deteksi Dini, Cegah Dini Potensi Konflik Sosial dan Gangguan Kamtibmas’ tersebut berlangsung di Omah Kalipari, Gamping, Sleman, Selasa (18/11/2025).
Melalui forum ini, warga didorong untuk lebih peka terhadap dinamika sosial di lingkungan masing-masing, termasuk membaca tanda-tanda awal kerawanan yang sering kali muncul dari persoalan kecil. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci, karena merekalah pihak yang pertama kali mengetahui perubahan situasi di wilayahnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Samsul Bakri didampingi Panewu Gamping, Suyanto, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, dan Koordinator Wilayah Sleman Badan Intelijen Negara Daerah DIY, Adi Riyanto.
Sarasehan yang dipandu Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Bambang Nurdianto diikuti oleh pengurus dan anggota FKDM Kapanewon Gamping sejumlah 30 orang. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, pemerintah ingin menegaskan bahwa menjaga harmoni bukan hanya urusan aparat pemerintah atau keamanan, tetapi kerja besar bersama seluruh elemen warga.
“Kehadiran FKDM di akar rumput menjadi pintu awal untuk mendengarkan suara masyarakat serta membaca tanda-tanda perubahan sosial,” terang Samsul Bakri dihadapan peserta.
Ia pun menekankan bahwa upaya kewaspadaan dini tidak bisa dilakukan secara parsial. Banyak konflik sosial berawal dari persoalan kecil seperti kesalahpahaman antarwarga, isu ekonomi, hingga informasi bohong yang kemudian membesar karena kurangnya komunikasi dan pemetaan masalah sejak awal.
“Karena itu, sarasehan seperti ini menjadi jembatan penting untuk membangun sistem deteksi dini yang lebih kuat,” tandas Samsul.
Sementara itu, Panewu Gamping, Suyanto menyoroti pentingnya membangun budaya komunikasi terbuka antar warga, terutama melalui forum-forum lokal seperti rukun warga, paguyuban, kelompok keagamaan, hingga komunitas pemuda.
“Ketika ruang pertemuan hidup, maka isu yang berpotensi menimbulkan konflik dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah besar,” ungkapnya.
Selanjutnya, Suyanto mendorong agar FKDM memberikan literasi digital terhadap masyarakat sebagai bagian dari upaya cegah dini. Di era ketika informasi menyebar dengan sangat cepat, kesalahan membaca situasi atau percaya pada kabar yang tidak benar bisa menimbulkan keresahan. Sehingga, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali sumber informasi yang valid serta tidak mudah terpancing provokasi.
Para peserta pun menyadari bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal mencegah tindakan kriminal, tetapi merawat relasi sosial yang sehat. Melalui FKDM, masyarakat Gamping diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membaca tanda-tanda kerawanan sosial dan menyampaikan laporan secara tepat kepada pihak terkait. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)