Tingkatkan Keterampilan Warga, Pemkal Banyuraden Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah

  • Nov 25, 2025
  • Adnan Nurtjahjo
  • Keagamaan

Sleman – Dalam upaya meningkatkan kapasitas keagamaan masyarakat, Pemerintah Kalurahan Banyuraden menggelar pelatihan pemulasaran jenazah di Gedung Serbaguna Banyuraden, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Ahmad Shofi sebagai narasumber utama.

Pelatihan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kalurahan Banyuraden untuk membekali warganya dengan pengetahuan yang bersifat fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif yang harus dipenuhi oleh sebagian anggota masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan warga dari berbagai padukuhan di Banyuraden ini dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memiliki kader di setiap wilayah yang mampu dan memahami tata cara pemulasaran jenazah yang benar.

“Semoga di setiap padukuhan memiliki tim pemulasaran jenazah yang kompeten dan siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Sudarisman.

Pemulasaran jenazah yang meliputi memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan merupakan kewajiban fardu kifayah bagi umat muslim. Artinya, apabila dalam suatu komunitas telah ada yang melaksanakannya, maka gugur kewajiban bagi yang lain. Namun, jika tidak ada yang mampu melaksanakan, maka seluruh anggota masyarakat menanggung dosa.

Materi pemulasaran jenazah diberikan oleh Ustaz Ahmad Shofi yang telah berpengalaman yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, namun juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung menggunakan alat peraga.

Para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai beberapa tahapan krusial, antara lain: adab dan persiapan meliputi hal-hal yang harus dilakukan saat menghadapi orang yang baru meninggal dunia, memandikan jenazah mencakup prosedur, doa, serta tata cara memandikan jenazah laki-laki dan Perempuan, mengafani Jenazah seperti teknik melipat dan membungkus jenazah dengan kain kafan secara benar, menyalatkan jenazah mulai dari tuntunan rukun, syarat, dan bacaan dalam salat jenazah, serta menguburkan Jenazah yaitu adab saat mengantar hingga prosesi pemakaman di liang lahat.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial keagamaan yang sangat mulia. Semakin banyak warga yang terampil dalam pemulasaran jenazah, semakin ringan beban masyarakat ketika ada keluarga yang berpulang,” jelas Ustaz Shofi.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Banyuraden melalui Kamituwa, Agus Nurdalmadi berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program-program pemberdayaan masyarakat yang relevan dan dibutuhkan. Harapannya, para peserta pelatihan ini dapat menjadi garda terdepan dan menyebarkan ilmu yang didapat kepada warga lainnya, sehingga menciptakan masyarakat yang mandiri, peduli, dan agamis. 

“Kegiatan ini pun menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)